Bentuk Kabinet, Kadin Sarankan Jokowi Pertimbangkan Sektor Ekonomi

Kompas.com - 30/06/2019, 19:13 WIB
Ketua KPU, Arif Budiman menyerahkan berkas keputusan penetapan pada pasangan calon presiden dan wakil presiden no urut 01, Joko Widodo dan Maruf Amin dalam Rapat Pleno Terbuka Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Terpilih Pemilu 2019 di Kantor Komisi Pemilihan Umum, Jakarta, Minggu (30/6/2019). KPU menetapkan pasangan Joko Widodo dan Maruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden terpilih. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOKetua KPU, Arif Budiman menyerahkan berkas keputusan penetapan pada pasangan calon presiden dan wakil presiden no urut 01, Joko Widodo dan Maruf Amin dalam Rapat Pleno Terbuka Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Terpilih Pemilu 2019 di Kantor Komisi Pemilihan Umum, Jakarta, Minggu (30/6/2019). KPU menetapkan pasangan Joko Widodo dan Maruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden terpilih.

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Umum Bidang Moneter, Fiskal, dan Kebijakan Publik Kamar Dagang Industri ( Kadin) Indonesia Raden Pardede mengatakan, pembentukan kabinet pada masa pemerintahan kedua Presiden Joko Widodo (Jokowi) harus berdasarkan urutan prioritas janji presiden.

Oleh karena itu, ia mengatakan, presiden harus segara merancang prioritas dan target ekonomi. Bila selama periode pertama ekspor investasi tidak selesai perlu ditunjukkan fokusnya pada pembentukan kabinet.

"Bisa saja dibentuk kementerian khusus atau kementerian koordinasi yang fokus untuk mengkoordinasikan semua usaha agar target investasi dan ekspor dapat dicapai," ujar Raden saat dihubungi Kontan.co.id, Minggu (30/6/2019).

Baca juga: Pengusaha Siap Tagih Komitmen Jokowi

Raden mencontohkan, bisa menggabungkan sejumlah kementerian. Seperti Badan Koordinator Penanaman Modal (BKPM) dan Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri dalam satu atap.

Atau bisa juga membuat kementerian koordinator. Nantinya kementerian itu bertugas mengkoordinasikan dan memastikan program investasi dan ekspor dari tingkat pusat hingga daerah menjadi satu nafas dan terintegrasi.

Pemilihan menteri juga penting untuk mencapai target. Terutama menteri harus bisa menjalankan pemerintahan sejalan dengan target presiden.

"Sebaiknya orang yang punya misi yang jelas sesuai dengan visi presiden," terang Raden.

Baca juga: BI: Berakhirnya Sidang Sengketa Pilpres Beri Sentimen Positif

Seorang menteri juga perlu memiliki etos kerja yang baik sehingga tidak mudah menyerah. Raden juga menekankan seorang menteri harus memiliki pengalaman dalam membuat keputusan dan memimpin.

Pengetahuan luas juga diperlukan terutama terkait dengan perkembangan global. Menteri juga harus bisa mendengar masukan dalam membuat sebuah kebijakan.

"Struktur kabinet, serta siapa yang mengisi kabinet harus disesuaikan agar target tercapai," jelas Raden.

Meski begitu, penentuan kabinet menjadi hak prerogatif presiden. Termasuk untuk menentukan penambahan dan pengurangan kabinet. (Abdul Basith)

 

Berita ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul: Kadin sarankan agar Jokowi pertimbangkan sektor ekonomi dalam pembentukan kabinet

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Sumber
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X