Trump Akhirnya Izinkan Perusahaan AS Pasok Komponen ke Huawei

Kompas.com - 01/07/2019, 07:11 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kiri) berjabat tangan dengan Presiden China Xi Jinping dalam pertemuan bilateral di sela KTT G-20 di Osaka, Jepang, Sabtu (29/6/2019). AFP/BRENDAN SMIALOWSKIPresiden Amerika Serikat Donald Trump (kiri) berjabat tangan dengan Presiden China Xi Jinping dalam pertemuan bilateral di sela KTT G-20 di Osaka, Jepang, Sabtu (29/6/2019).

NEWYORK, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akhirnya mengizinkan perusahaan produksi AS kembali menjual komponen untuk Huawei. Hal ini setelah selama 6 minggu perusahaan China tersebut dimasukkan dalam daftar hitam perdagangan oleh AS.

Trump mengatakan pertemuannya dengan pemimpin China Xi Jinping berjalan baik di KTT G20 dan pembicaraan telah "kembali ke jalurnya". Di acara itu, kedua pemimpin negara ekonomi terbesar itu membahas kebuntuan dalam sengketa perdagangan dan nasib Huawei yang merugi selama perang dagang.

"Perusahaan-perusahaan AS dapat menjual komponennya kembali ke Huawei. Transaksi tidak akan menghadirkan masalah darurat nasional yang hebat," begitu komentar Trump usai menghadiri pertemuan G20 dikutip dari CNN, Senin (30/6/2019).

Baca juga: Berkah Perang Dagang AS-China, Thailand Kebanjiran Investasi Asing

Meski begitu, Trump mengatakan Huawei masih menjadi bagian dalam diskusi perdagangan yang sedang berlangsung antara AS dan China. Tapi untuk saat ini, dia akan mengizinkan perusahaan AS memasok suku cadang alias komponennya ke perusahaan China tersebut.

Terkait penyataan Trump ini, Departemen Perdagangan yang mengeluarkan larangan terhadap Huawei pada Mei lalu belum memberikan komentar apapun. Pun Gedung Putih tak segera memberikan pernyataan terkait peninjauan masalah ini.

Sebaliknya, Huawei mengonfirmasi pernyataan Trump dalam cuitan di akun resmi perusahaan. Pihak Huawei mengatakan Trump memang telah mengizinkan perusahaan AS memasok kembali komponennya.

"Putar balik? Donald Trump menyarankan ia akan mengizinkan #Huawei untuk sekali lagi membeli teknologi A.S.!," cuit salah satu akun twitter perusahaan Huawei.

Huawei juga membantah tuduhan bahwa perusahannya mengancam keamanan nasional AS. Bantahan ini juga lah yang membuat Trump mengizinkan perusahaan AS menjual komponennya kembali untuk Huawei, yang merupakan kunci rantai pasokannya.

Sebagai informasi, Huawei memang sangat bergantung pada chip komputer yang diimpor dari perusahaan seperti Intel (INTC) dan Micron (MICR). Google juga menyediakan sistem operasi Android untuk perusahaan itu.

Saat pemerintah AS membatasi pemasokan pada Mei lalu, Google turut menarik diri dan membatasi segala akses Google seperti Gmaps dan Gmail untuk Huawei. Hal itu dilakukannya untuk berusaha mematuhi kebijakan baru pemerintah. Setelah Google, perusahaan teknologi yang lain jatuh bergiliran.

Hal ini tentu memberikan pukulan besar bagi Huawei. Bahkan, penobatannya sebagai ponsel pertama di dunia tertunda dan penjualannya menurun tajam. Pun rencana membangun jaringan 5G dengan perusahaan lain mendadak menyusut.

Kerugian ini rupanya tak hanya menimpa Huawei. Perusahaan AS yang memasok komponen untuk Huawei juga terkena imbasnya, seperti Micron. Micron menyebut Huawei sebagai salah satu pelanggan terbesarnya.


Untuk mengatasi masalah ini, Micron mengumumkan menemukan solusi baru untuk meminimalkan dampak larangan tersebut. Intel dan perusahaan lain juga melakukan hal serupa. Tapi akhirnya, Trump seperti sadar perusahaan AS tidak senang atas kebijakan perang dagang ini. Di KTT G20, dia dan Xi Jinping sepakat untuk memulai perjanjian perdagangan yang baru.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber CNN
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X