Bisnis Ritel Ketat, ITC Permata Hijau Mulai Lesu

Kompas.com - 01/07/2019, 08:38 WIB
Salah satu sudut tempat parkir ITC Permata Hijau, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu (2/9/2015). Kompas.com/Unoviana KartikaSalah satu sudut tempat parkir ITC Permata Hijau, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu (2/9/2015).

"Tas juga bukan kebutuhan sehari-hari, jadi tidak selalu dicari. Tetapi selain itu, kondisi pengunjung di sini tidak banyak, padahal akhir pekan. Tidak berbeda jauh dengan hari kerja seperti biasa," kata Kati yang sudah berjaga selama setahun di Grand ITC Permata Hijau.

Sejak awal 2019, penjualan terbanyak yang didapat tokonya berjumlah tiga item atau setara Rp 1juta. "Tapi itu sangat jarang. Pernah beberapa hari tidak ada pembelian sama sekali," imbuh Kati.

Kati berkata keadaan ekonomi menjadi alasan orang tidak banyak melakukan pembelian.

"Selain itu, memang kawasan ini sepi. Sekalipun ramai, itu ada di bagian makanan di lantai 5 atau Carrefour di lantai dasar," ujarnya.

Lebih lanjut, kenaikan sewa sekitar 5 persen  sempat dikeluhkan karena menambah biaya sewa. Atasannya harus merogoh kocek Rp 31 juta per tahun untuk menyewa kios berukuran 12 meter persegi tersebut.

Namun begitu Kati menyebutkan, cabang toko Bag's Station di ITC Kuningan dan ITC Depok, dilaporkan mengalami penjualan lebih baik dibandingkan di ITC Permata Hijau.

Nia (32), penjaga toko Optik Melawai di lantai yang sama mengeluarkan pendapat senada. Dia berpendapat pihak Grand ITC Permata Hijau kurang menyelenggarakan banyak acara atau event untuk menggaet pengunjung.

"Seminggu jelang hari raya Idul Fitri lalu, pengunjung sempat naik banyak. Tetapi setelahnya surut lagi. Pihak pengelola kurang ada event menarik jadi tidak bisa terus membuat pengunjung datang. Sangat disayangkan karena sebenarnya pembeli Optik Melawai cukup loyal dan selalu ada," katanya.

Baca juga: 6 Gerai Giant di Jakarta, Depok, dan Bekasi Tutup, Ini 5 Faktanya

Nia melanjutkan, beberapa gerai satu persatu di lantai 5 tutup. Bahkan dirinya berestimasi hanya 40 persen tingkat okupansi toko di lantai 5 saat ini. Sementara soal penjualan, pihaknya dalam sehari mengantongi pendapatan minimal Rp 1j uta dan maksimal Rp 3 juta per hari.

"Per tahun biaya sewa ada di kisaran Rp 34 juta-40 juta. Kalau dibandingkan dengan pemasukan sehari-hari, biaya tersebut sangat mencekik. Hanya toko yang punya cabang saja yang dapat bertahan dengan kondisi ini," ujarnya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X