KPU Tetapkan Presiden Terpilih, IHSG Awal Pekan Melaju

Kompas.com - 01/07/2019, 10:22 WIB
Pasangan calon presiden dan wakil presiden no urut 01, Joko Widodo dan Maruf Amin memberi sambutan saat Rapat Pleno Terbuka Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Terpilih Pemilu 2019 di Kantor Komisi Pemilihan Umum, Jakarta, Minggu (30/6/2019). KPU menetapkan pasangan Joko Widodo dan Maruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden terpilih. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOPasangan calon presiden dan wakil presiden no urut 01, Joko Widodo dan Maruf Amin memberi sambutan saat Rapat Pleno Terbuka Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Terpilih Pemilu 2019 di Kantor Komisi Pemilihan Umum, Jakarta, Minggu (30/6/2019). KPU menetapkan pasangan Joko Widodo dan Maruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden terpilih.

JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus menunjukkan tren positif dalam sepekan terakhir. Terutama jelang dan pasca putusan Mahkamah Konstitusi atas sengketa Pemilihan Presiden 2019. Terlebih lagi Komisi Pemilihan Umum telah menetapkan presiden dan wakil presiden terpilih, yakni petahana Joko Widodo dan Maruf Amin, Minggu (30/6/2019).

Pada perdagangan Senin (1/7/2019), IHSG dibuka pada 6.381,18 naik 22,56 poin dibandingkan penutupan perdagangan Jumat lalu.

Di hari sebelum putusan MK dibacakan, pada pembukaan perdagangan Kamis (27/6/2019) pagi, IHSG bertengger di level 6.325. Nilainya menguat 0,24 persen atau 15,4 poin.

Sementara pada pembukaan Jumat pagi berada di level 6.374, menguat 0,35 persen atau 22,21 poin.

Baca juga: Pasca Putusan MK, IHSG Dibuka Menguat 0,35 Persen

Kenaikan IHSG sebelumnya sudah diprediksi oleh pelaku pasar modal.

Presiden Direktur PT Kresna Graha Investama Michael Steven optimistis pasar merespons positif atas putusan MK tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut dia, putusan tersebut menimbulkan kepastian pasar ke depan, terlepas dari siapa yang memenangkan Pilpres. Sebab, di tahun politik ini, investor cenderung menunggu situasi politik stabil sebelum bergerak agresif di pasar modal.

"Setelah ini kita bullish, saham bakal terbang," ujar Michael.

Sementara itu, Direktur BEI Laksono Widodo mengatakan, hal ini menandakan pasar merespons putusan tersebut dengan positif. Menurut dia, pasar menyambut baik bukan karena hasil pilpresnya, melainkan kepastian yang diberikan.

Selama ini, investor membaca gelagat dan menjaga diri, takut situasi politik yang panas berimbas pada pasar. Dengan putusan final dari MK, setidaknya pasar sudah bisa memprediksi iklim ekonomi ke depannya.

"Ada satu unsur ketidakpastian yang terlewati," kata Laksono.

Namun, putusan MK sebenarnya hanya salah satu dari faktor yang membuat IHSG anteng di zona hijau. Menurut Laksono, faktor eksternal lainnya memiliki dampak lebih besar terhadap pasar saham, termasuk dari luar negeri.

"Kondisi ekonomi makro punya dampak signifikan daripada politik. Trade balance lebih berdampak ke indeks daripada pemilu," kata Laksono.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Menambah Daya Listrik Berikut Rincian Biayanya

Cara Menambah Daya Listrik Berikut Rincian Biayanya

Whats New
Puncak BBI Berjalan Lancar, Telkom Hadirkan Beragam Dukungan Ekosistem Digital di Flobamora

Puncak BBI Berjalan Lancar, Telkom Hadirkan Beragam Dukungan Ekosistem Digital di Flobamora

Rilis
Riset NielsenIQ: Tingkat Konsumsi Naik, Tren Pemulihan di Tengah Pembatasan Sosial

Riset NielsenIQ: Tingkat Konsumsi Naik, Tren Pemulihan di Tengah Pembatasan Sosial

Whats New
Bank Dunia Rekomendasikan Indonesia Naikkan Tarif Cukai Rokok Untuk Dongkrak Pendapatan Negara

Bank Dunia Rekomendasikan Indonesia Naikkan Tarif Cukai Rokok Untuk Dongkrak Pendapatan Negara

Whats New
Ini Strategi Indonesia Hadapi Isu Transisi Dunia Pendidikan ke Dunia Kerja

Ini Strategi Indonesia Hadapi Isu Transisi Dunia Pendidikan ke Dunia Kerja

Rilis
Program Padat Karya Bidang Jalan dan Jembatan Serap 273.603 Tenaga Kerja

Program Padat Karya Bidang Jalan dan Jembatan Serap 273.603 Tenaga Kerja

Rilis
Tips Berbisnis Bagi Pemula Ala Bos Grab Indonesia

Tips Berbisnis Bagi Pemula Ala Bos Grab Indonesia

Whats New
Prudential Kukuhkan 40 Calon Pengusaha yang Ikut Program Kewirausahaan

Prudential Kukuhkan 40 Calon Pengusaha yang Ikut Program Kewirausahaan

Rilis
 Mata Uang Kripto adalah Uang Digital, Begini Cara Kerjanya

Mata Uang Kripto adalah Uang Digital, Begini Cara Kerjanya

Whats New
Hati-hati, Ini Konflik Pembagian Harta Warisan yang Rawan Terjadi

Hati-hati, Ini Konflik Pembagian Harta Warisan yang Rawan Terjadi

Whats New
Indonesia Jadi Anggota Dewan FAO, Guru Besar IPB: Bisa Bantu Perbaikan Data Pertanian

Indonesia Jadi Anggota Dewan FAO, Guru Besar IPB: Bisa Bantu Perbaikan Data Pertanian

Rilis
Demi Mobil Listrik, Luhut Resmikan Smelter Nikel Senilai Rp 14 Triliun di Pulau Obi

Demi Mobil Listrik, Luhut Resmikan Smelter Nikel Senilai Rp 14 Triliun di Pulau Obi

Whats New
Kasus Covid Melonjak, Konvensi Luar Biasa Kadin Tak Mendapat Izin

Kasus Covid Melonjak, Konvensi Luar Biasa Kadin Tak Mendapat Izin

Whats New
Usia Perusahaan Masih Muda, DANA Belum Mau IPO

Usia Perusahaan Masih Muda, DANA Belum Mau IPO

Whats New
Lima Upaya Kemenaker Hapus Bentuk-bentuk Pekerja Anak

Lima Upaya Kemenaker Hapus Bentuk-bentuk Pekerja Anak

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X