BEI Anggap Belum Perlu Suspensi Saham Garuda Indonesia

Kompas.com - 01/07/2019, 12:59 WIB
Ilustrasi Garuda Indonesia Garuda IndonesiaIlustrasi Garuda Indonesia

JAKARTA, KOMPAS.com - Bursa Efek Indonesia ( BEI) masih memberikan waktu bagi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk untuk menyajikan kembali laporan keuangan tahun 2018 dan kuartal I 2019 yang dianggap bermasalah.

Diketahui, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI mengenakan sanksi denda kepada Garuda Indonesia sekaligus meminta perseroan memperbaiki dan mengaudit ulang laporan keuangannya.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan, sanksi yang dikenakan kepada Garuda belum sampai pada tahap suspensi.

"BEI tentunya miliki aturan mengenai suspensi dengan selektif dan berhati-hati serta bertanggung jawab. Jadi kami sudah memiliki peraturan kapan perusahaan itu disuspen," ujar Nyoman di gedung BEI, Jakarta, Senin (1/7/2019).

Baca juga: BEI Minta Garuda Tidak Telat Serahkan Revisi Laporan Keuangan

Nyoman mengatakan, suspensi hanya bisa dilakukan jika emiten mengabaikan kewajibannya dalam batasan waktu tertentu. 

Dalam Peraturan BEI Nomor I-H tentang Sanksi disebutkan ada pengenaan sanksi bertahap, mulai dari SP1, SP2, hingga SP3, beserta dendanya jika terlambat menyerahkan kembali laporan keuangan yang telah direvisi. Jika perusahaan terlambat menyajikan laloran lebih dari tiga bulan, maka akan dikenakan suspensi sementara.

Selain itu, suspensi juga berlaku juga laporan keuangan dua kali mengalami penolakan.

"Kemudian kalau adverse opinion (opini tidak wajar), akan kita suspend. Ketika going concern terganggu atau tiba-tiba pendapatan nol di laporan keuangan juga kena suspend," kata Nyoman.

Baca juga: Rangkap Jabatan, Dirut Garuda Diperiksa KPPU

Untuk kasus Garuda sendiri, BEI telah menerima laporan kuartal I 2019 yang dipermasalahkan. Hanya saja perlu perbaikan sehingga harus direvisi lagi. OJK memberikan tenggat waktu maksimal 14 hari untuk memperbaiki laporan keuangan tahun 2018

Adapun BEI memberikan tenggat waktu hingga 26 Juli 2019 untuk revisi laporan keuangan kuartal I 2019.

"Ke depan kita pantau deadline dari penyampaian revisinya. Begitu melebihi dari jadwal, maka kita akan lakukan tindakan," kata Nyoman.



Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X