PLN Gunakan Pelet dari Sampah untuk Pembangkit Listrik

Kompas.com - 01/07/2019, 13:38 WIB
Pelet buatan TOSS Werdhi Guna, Desa Gunaksa, Kabupaten Klungkung, Bali KOMPAS.com/ Bambang P. JatmikoPelet buatan TOSS Werdhi Guna, Desa Gunaksa, Kabupaten Klungkung, Bali

DENPASAR, KOMPAS.com - Pembangkit listrik tenaga diesel dan gas (PLTDG) Pesanggaran yang dikelola PT Indonesia Power, mulai memanfaatkan sampah yang telah diolah menjadi pelet untuk dijadikan bahan bakar.

Pelet yang digunakan pembangkit ini dihasilkan dari program TOSS (Tempat Olah Sampah Setempat) di Bali, yang merupakan salah satu program CSR dari Indonesia Power.

Plt. Executive Vice President Corporate Communication & CSR PLN Dwi Suryo Abdullah mengatakan selain dimanfaatkan untuk pembangkit di Bali, sejumlah pelet juga telah dikirim ke PLTU Jerangjang Lombok dan dijadikan campuran batu bara.

PLN menargetkan penggunaan pelet untuk campuran batu bara di PLTU Jeranjang bisa mencapai 5 persen dari kebutuhan total batubara PLTU.

Penggunaan pelet diakui lebih murah dibandingkan batu bara. Sebagai gambaran, harga batu bara per kg mencapai Rp 700. Sedangkan untuk harga pelet hanya Rp 300 per kg.

"Saat ini masih dalam tahapan uji coba. Sasarannya tidak hanya sekadar hemat, tujuannya adalah PLN bisa mengatasi permasalahan sampah yang saat ini menjadi masalah utama di masing-masing daerah, dan membuka lapangan kerja," Dwi Suryo Abdullah pekan lalu.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X