Cabai Merah Hingga Emas Perhiasan Jadi Penyebab Utama Inflasi Juni 2019

Kompas.com - 01/07/2019, 13:46 WIB
Ilustrasi perhiasan KOMPAS/HERU SRI KUMOROIlustrasi perhiasan

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan tingkat inflasi sepanjang Juni 2019 mencapai 0,55 persen. Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya di mana tingkat inflasi mencapai 0,68 persen, inflasi cenderung menurun lantaran periode puasa 2019 yang jatuh sejak awal bulan Mei 2019.

Kepala BPS Suhariyanto menjelaskan, komoditas yang memiliki andil paling besar pada inflasi kali ini adalah bahan makanan yang menyumbang sebesar 0,33 persen terhadap keseluruhan inflasi Juni 2019.

"Inflasi tertinggi masih terjadi untuk bahan makanan. Masih bisa dipahami karena masih ada lebaran di sana," ujar Suhariyanto ketika memberikan paparan di kantor BPS, Jakarta, Senin (1/7/2019).

Beberapa komoditas yang memberi andil cukup besar pada inflasi adalah kenaikan harga cabe merah yang berandil 0,2 persen, kemudian ikan segar memiliki andil terhadap inflasi sebesar 0,05 persen dan aneka sayuran sebesar 0,01 persen.

Sedangkan untuk makanan jadi terjadi inflasi sebesar 0,59 persen dengan andil terhadap inflasi secara keseluruhan mencapai 0,10 persen.

Komoditas yang cukup dominan memberikan andil adalah kenaikan harga nasi dan lauk pauk dengan andil 0,02 persen dan rokok filter dan mie instan dengan andil terhadap inflasi masing-masing 0,02 persen.

"Untuk perumahan terjadi inflasi 0,17 persen andilnya 0,04 persen komoditas yang menyimpan inflasi terbesar adalah kenaikan upah asisten rumah tangga sebesar 0,01 persen," jelas Suhariyanto.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Komoditas terakhir yang mengalami inflasi tertinggi adalah sandang dengan inflasi sebesar 0,81 persen dan sumbangannya terhadap keseluruhan inflasi sebesar 0,05 persen. Emas perhiasan adalah komoditas yang paling dominan berkontribusi terhadap inflasi dengan andil sebesar 0,02 persen.

"Kenaikan harga emas perhiasan cukup signifikan, kenaikan harga emas terjadi di 76 kota yang dipantau BPS di seluruh Indonesia, untuk kenaikan harga emas tertinggi terjadi di Serang sebesar 6 persen, juga Manado sebesar 5 persen," tukas dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.