Rusak, 50.000 Ton Beras Cadangan Pemerintah akan Dilepas Bulog

Kompas.com - 02/07/2019, 09:48 WIB
Pekerja mengangkat beras di Gudang Bulog Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (31/5). Stok beras Perum Bulog Divre Sulselbar mencapai 1.191 ton dan cukup untuk enam bulan kedepan termasuk untuk mengantisipasi lonjakan permintaan menjelang raya Idul Fitri 1440 H. ANTARA FOTO/Yusran Uccang/aww.
ANTARA FOTO/YUSRAN UCCANGPekerja mengangkat beras di Gudang Bulog Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (31/5). Stok beras Perum Bulog Divre Sulselbar mencapai 1.191 ton dan cukup untuk enam bulan kedepan termasuk untuk mengantisipasi lonjakan permintaan menjelang raya Idul Fitri 1440 H. ANTARA FOTO/Yusran Uccang/aww.

JAKARTA, KOMPAS.com - Perum Bulog akan melepas sekitar 50.000 ton cadangan beras pemerintah (CBP). Hal itu karena kondisi beras sudah rusak dan tidak bisa dikonsumsi lagi.

"Itu sebenarnya (beras) tersimpan dari dulu. Harusnya ada pelepasan stok. Kami minta izin sudah diputuskan boleh. Kan tidak mungkin dijual. Ada sekitar 50.000 ton," kata Direktur Pengadaan Perum Bulog, Bachtiar seperi dikutip dilansir Antara, Senin (1/7/2019).

Bahctiar mengatakan, stok CBP akan dilakukan sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 38 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah.

Baca juga: Jaga Stabilitas Harga, Bulog Gencar Lakukan Operasi Pasar

Dalam regulasi tersebut, disebutkan bahwa pelepasan CBP dilakukan apabila CBP telah melampaui batas waktu simpan paling sedikit 4 (empat) bulan dan atau berpotensi/mengalami penurunan mutu.

Menurut dia, 50.000 ton beras yang akan dilepas memang merupakan bagian dari pengadaan impor beberapa tahun lalu, bahkan sejak 2015-2017.

Meksi beras tersebut mengalami penurunan mutu dan tidak bisa dikonsumsi, namun Bachitar menyebut, masih bisa dimanfaatkan.

"Kalau masih bisa dimanfaatkan ya dimanfaatkan, contohnya bisa jadi MSG, jadi ethanol, digiling. Kalau masih bisa diolah kenapa dibuang. Tapi untuk dikonsumsi sudah tidak mungkin," katanya.

Saat ini stok beras di gudang Bulog mencapai 2,4 juta ton, terdiri dari 2,2 juta CBP dan 143.000 ton beras komersial. Untuk mendistribusikan stok beras CBP dan menghindari kerusakan beras di gudang, Bulog melakukan berbagai upaya hilirisasi, seperti program Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH), menjual komersial lewat Rumah Pangan Kita (RPK) dan melalui program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Lewat program KPSH atau operasi pasar, Bulog akan menggelontorkan beras medium sebanyak 1,48 juta ton hingga akhir Desember tahun ini. Sebelumnya Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang program KPSH hingga akhir Desember 2019.

Tercatat hingga akhir Mei 2019, Bulog telah menyalurkan beras melalui program KPSH sebesar 225.000 ton dan 2.000 ton untuk bantuan bencana alam.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Antara
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X