Indonesia Gandeng Jepang dalam Pengelolaan Sampah Plastik

Kompas.com - 02/07/2019, 13:17 WIB
Sampah plastik terlihat saat musim angin barat di pesisir pantai Kuta, Bali, Jumat (14/12/2018). Akibat terjadinya musim angin barat di wilayah perairan Bali berdampak pada banyaknya sampah yang hanyut terbawa arus laut sehingga menumpuk di pinggiran pantai kawasan wisata kuta. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGSampah plastik terlihat saat musim angin barat di pesisir pantai Kuta, Bali, Jumat (14/12/2018). Akibat terjadinya musim angin barat di wilayah perairan Bali berdampak pada banyaknya sampah yang hanyut terbawa arus laut sehingga menumpuk di pinggiran pantai kawasan wisata kuta.

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Dunia menilai Indonesia sangat potensial untuk mengembangkan blue economy lantaran memiliki pantai dan laut yang indah, sumber kekayaan bawah laut, berupa perikanan yang menjadi potensi besar dari pariwisata.

Salah satu hal yang perlu dilakukan Indonesia yakni menjaga kebersihan laut dari sampah plastik.

Untuk itu, beberapa tahun terakhir ini, Indonesia menjalin kerja sama dengan Jepang dalam hal penanganan dan pengelolaan sampah.

“Saya sendiri juga ketemu bilateral dengan menteri lingkungan Jepang, sebelumnya bertemu di Polandia. Saya juga kaget, Indonesia dianggap leading dalam penanganan-penanganan plastik ini,” tutur Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indonesia, pada Selasa (2/7/2019).

Baca juga: Atasi Sampah Plastik, RI Diyakini Bisa Dapat 171 Juta Dollar AS

Dalam hal ini, Jepang membantu pelatihan untuk para peneliti di Indonesia mengenai monitoring sampah. Indonesia juga menjalin kerja sama teknis dengan Jepang dalam pengembangan basis data dan teknologi pengelolaan sampah padat.

Luhut mengatakan, potensi besar Indonesia jangan sampai terancam akibat kurangnya infrastruktur pengelolaan sampah, terutama sampah plastik.

“Untuk melaksanakan bukan pekerjaan mudah, sangat tidak mudah. Memang kelihatan sederhana tapi ini berdampak pada kesehatan, ekonomi, dan pariwisata. Yang lain memang penting, tapi ini super penting, bukan hanya soal investasi miliaran dollar, kalau tidak dikelola dengan baik bisa terjadi stunting,” kata dia.


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X