Amandemen Perjanjian Kemitraan Ekonomi RI-Jepang Selesai Akhir 2019

Kompas.com - 02/07/2019, 13:37 WIB
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita di kantor Kemendag, Jakarta, Rabu (12/6/2019). KOMPAS.com/AMBARANIE NADIA KEMALAMenteri Perdagangan Enggartiasto Lukita di kantor Kemendag, Jakarta, Rabu (12/6/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia dan Jepang sepakat melanjutkan negosiasi protokol amandemen General Review Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (GR-IJEPA) dengan target penyelesaian akhir 2019.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, di sela KTT G20 di Jepang, kedua pemimpin negara meminta para delegasi menyelesaikan potokol amandemen sesuai hasil rekomendasi.

Selain itu, kedua pemimpin berkomitmen menyelesaikan perundingan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) pada 2019.

“Konfirmasi penyelesaian GR-IJEPA oleh pemimpin kedua negara merupakan hal yang sangat penting dan simbolis bagi hubungan perdagangan," ujar Enggar dalam keterangan tertulis, Selasa (2/7/2019).

Baca juga: Ini 14 Pekerjaan yang Dibutuhkan Jepang dari Tenaga Kerja Indonesia

Amandemen protokol sangat ditunggu-tunggu kedua negara sehingga dikejar akhir tahun ini untuk mendorong perdagangan dan investasi antara Jepang dan Indonesia.

Enggar mengatakan, kedua negara telah menyepakati pengumuman penyelesaian GR-IJEPA akhir Juni 2019 dengan menghasilkan beberapa rekomendasi. Bagi Indonesia, kata dia, penyelesaian GR-IJEPA menunjukkan pentingnya negara-negara di dunia untuk saling mempererat hubungan ekonomi mereka di tengah friksi dagang yang dihadapi dunia saat ini.

GR-IJEPA mencakup isu-isu perdagangan barang, perdagangan jasa, investasi, pergerakan tenaga kerja, kerja sama, pengadaan barang/jasa pemerintah, ketentuan asal barang, perbaikan iklim berusaha, dan kekayaan intelektual.

Menurut Enggar, cakupan perjanjian yang komprehensif menunjukkan bahwa kedua negara memiliki tekad bersama untuk mengangkat hubungan ekonomi ke jenjang yang lebih tinggi.

Hal ini akan mendorong proses modernisasi perekonomian Indonesia dan Jepang, mengingat kedua negara dapat saling melengkapi sehingga dapat menjadi mitra yang saling menguntungkan. Selain akses pasar di bidang barang dan jasa, salah satu manfaat yang ingin dicapai dari IJEPA adalah kerja sama sektor industri melalui New Manufacturing Industry Development Center.

"Misalnya, di bidang otomotif, elektronik, industri makanan minuman, tekstil, serta program lainnya yang saling menguntungkan,” kata Enggar.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X