Program Listrik 35.000 MW Jokowi Baru Terealisasi 10 Persen

Kompas.com - 02/07/2019, 15:56 WIB
Ilustrasi pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) KOMPAS/HERU SRI KUMOROIlustrasi pembangkit listrik tenaga uap (PLTU)

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo punya ambisi untuk membangun pembangkit listrik mencapai 35.000 Megawatt (MW). Namun, hingga Juni 2019 program tersebut baru terealisasi sebesar 10 persen.

Berdasarkan data dari Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, hingga 15 Juni 2019 program tersebut baru 3.617 MW atau 10 persen dari total program 35.000 MW yang mencapai tahap commercial operation date (COD).

Adapun yang masih tahap konstruksi sebesar 20.119 MW atau 57 persen dari target.

“Sampai akhir tahun bisa tambah 2,2 GW yang datang dari enam proyek, lima di antaranya adalah IPP (independent power producer),” ujar Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Rida Mulyana di Jakarta, Selasa (2/7/2019).

Rida menjelaskan, 10 persen proyek yang telah operasi atau COD tersebut sebagian besar terdiri dari PLTG/MG, PLTM dan EBT Skala kecil (PLTS, PLTBn, PLTBm, PLTBg).

“Karena masa konstruksi pembangkit jenis tersebut memang relatif singkat (sekitar 12-24 bulan)," kata Rida.

Sedangkan 57 persen proyek yang masih tahap konstruksi terdiri dari PLTGU, PLTU, PLTP dan PLTA.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Persiapan proyek dan proses konstruksi pembangkit jenis tersebut membutuhkan waktu yang relatif lebih lama,” ucap dia.

Adapun priyek yang sudah masuk kontrak atau Purchasing Power Agreement (PPA) sebesar 9.515 MW (27 persen. Dengan demikian proyek yang belum kontrak/PPA tersisa 2.187 MW (6,17 persen).

Proyek pembangkit yang telah kontrak/PPA, saat ini dalam proses pemenuhan persyaratan pendanaan agar tercapai financial closing atau effective date. Untuk mencapainya harus menyelesaikan antara lain pembebasan lahan dan izin lingkungan.

Sebelumnya, Menteri ESDM Ignasius Jonan mengatakan, program pembangkit listrik 35.000 Megawatt baru bisa rampung pada 2026.

“Program 35.000 MW itu program peningkatan kapasitas pembangkit yang akan kita selesaikan mungkin sampai 2026," ujarnya usai peresmian PLTU Cilacap Ekspansi 1x660 di Cilacap, Senin (25/2/2019).

Meski menyebut tahun 2026, namun Jonan mengatakan bahwa itu baru perkiraan saja. Sebab, ini tergantung dari proyeksi pertumbuhan ekonomi yang dikonversikan menjadi prediksi permintaan tambahan tenaga listrik.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER MONEY] Guru Honorer Dapat Subsidi Gaji | Ancaman Pemutusan Listrik Rumah Lukman Sardi

[POPULER MONEY] Guru Honorer Dapat Subsidi Gaji | Ancaman Pemutusan Listrik Rumah Lukman Sardi

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Produktif dengan Berkebun Sayur | Pengalaman Menanam Strawberry | Cara Membuat Pupuk Gratis

[KURASI KOMPASIANA] Produktif dengan Berkebun Sayur | Pengalaman Menanam Strawberry | Cara Membuat Pupuk Gratis

Rilis
Kartu Pendaftaran CPNS 2021 Hilang? Ini Cara Cetak Ulangnya

Kartu Pendaftaran CPNS 2021 Hilang? Ini Cara Cetak Ulangnya

Work Smart
Startup Indonesia Panen Suntikan Modal

Startup Indonesia Panen Suntikan Modal

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Resep Pie Susu Teflon | Lupis Ketan Saus Gula Merah | Kue Rempah Ontbijtkoek

[KURASI KOMPASIANA] Resep Pie Susu Teflon | Lupis Ketan Saus Gula Merah | Kue Rempah Ontbijtkoek

Rilis
Targetkan Rp 21,9 Triliun dari IPO, Bukalapak Siap Perang Antar E-Commerce

Targetkan Rp 21,9 Triliun dari IPO, Bukalapak Siap Perang Antar E-Commerce

Whats New
Mengenal Kode OTP dan Bedanya dengan PIN

Mengenal Kode OTP dan Bedanya dengan PIN

Whats New
OJK Akan Panggil Jusuf Hamka soal Dugaan Pemerasan oleh Bank Syariah Swasta

OJK Akan Panggil Jusuf Hamka soal Dugaan Pemerasan oleh Bank Syariah Swasta

Whats New
Pelni Catat Kinerja Angkutan Barang Naik 85 Persen pada Semester I-2021

Pelni Catat Kinerja Angkutan Barang Naik 85 Persen pada Semester I-2021

Whats New
Sebelum Tahap SKD, Pelamar CPNS Bisa Ikuti Simulasi CAT BKN

Sebelum Tahap SKD, Pelamar CPNS Bisa Ikuti Simulasi CAT BKN

Whats New
[POPULER DI KOMPASIANA] Tradisi Medali Angkat Besi Indonesia | Cara Mudah Mendesain Presentasi | Bedah Serial Marvel 'Loki'

[POPULER DI KOMPASIANA] Tradisi Medali Angkat Besi Indonesia | Cara Mudah Mendesain Presentasi | Bedah Serial Marvel "Loki"

Rilis
Apa Itu Liabilitas: Pengertian, Jenis, dan Contohnya dalam Akuntansi

Apa Itu Liabilitas: Pengertian, Jenis, dan Contohnya dalam Akuntansi

Whats New
Apa Itu Profit: Pengertian, Jenis, dan Perhitungannya

Apa Itu Profit: Pengertian, Jenis, dan Perhitungannya

Whats New
Kemenperin Sediakan 500 Fasilitas Isolasi Pasien Covid-19

Kemenperin Sediakan 500 Fasilitas Isolasi Pasien Covid-19

Rilis
Gandeng Kadin, GoTo Bangun Rumah Oksigen Gotong Royong

Gandeng Kadin, GoTo Bangun Rumah Oksigen Gotong Royong

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X