Harga Ayam Merosot di Peternak, Buwas Prediksi Ulah Kartel

Kompas.com - 02/07/2019, 18:25 WIB
Peternak Ayam Potong, di Desa Balubu, Kecamatan Belopa Utara, Kabupaten Luwu mengeluhkan anjloknya harga, Kamis (27/06/2019) KOMPAS.com/AMRAN AMIR Peternak Ayam Potong, di Desa Balubu, Kecamatan Belopa Utara, Kabupaten Luwu mengeluhkan anjloknya harga, Kamis (27/06/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur utama Perum Bulog Budi Waseso atau akrab disapa Buwas menyatakan, kemungkinan benar ada kartel harga daging ayam di sejumlah wilayah. Hal ini terlihat saat harga daging ayam di tingkat peternak anjlok sementara harga di pasaran masih normal.

"Masalahnya harga di peternak jatuh, tetapi tidak di pasar. Inilah bukti permainan kartel. Dia punya pasar, tapi yang dirugikan adalah peternak, karena peternak tidak punya pasar. Penjahat itu seenaknya, ini yang tidak boleh terjadi,” kata Budi Waseso di Jakarta, Selasa (2/7/2019).

Dia menegaskan, turun maupun naiknya harga ayam memang bukan hanya karena permintaan dan penawaran alias supply dan demand. Sebab sejauh ini, dia melihat permintaan dan penawaran harga ayam relatif stabil.

Baca juga: Kemendag Serap Daging Ayam Ras Peternak untuk Stabilkan Harga

“Demand dan supply pasti yang dibicarakan. Demand dan supply kalau harga naik atau turun yang disalahkan. Padahal tidak selalu. Kalau dikuasai jejaring, mereka yang main kok. Supply dimainkan, ya gimana,” tambah dia.

Meski melihat adanya kartel harga daging ayam, namun demikian Bulog tak mempunyai wewenang menyerap ayam dari para peternak. Akan tetapi, kata Buwas, pihaknya pun tak bisa membiarkan harga daging ayam terus dikarteli.

Untuk mencegah permainan kartel semakin gencar, Buwas berencana mengajak peternak ayam besar untuk bekerja sama.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Seperti halnya ayam. Bulog bisa apa? Bulog tidak bisa apa-apa. Sekarang kartel-kartel itu nari-nari dia. Nah seperti ini yang harusnya kita waspadai. Mereka kita ajak supaya ikut membeli dari peternak mandiri yang kesulitan,” jelas Buwas.

Baca juga: Menko Darmin Bingung Harga Ayam Bisa Anjlok

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.