95 Persen Bahan Baku Obat RI Berasal dari Impor

Kompas.com - 02/07/2019, 20:42 WIB
Ilustrasi obat tablet. SHUTTERSTOCKIlustrasi obat tablet.

JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia belum bisa lepas dari jeratan impor. Salah satunya yakni di bidang farmasi yang mayoritas bahan bakunya berasal dari impor.

"Memang pada saat ini bahan baku masih impor 95 persen," Direktur Produksi dan Distribusi Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes RI Agusdini Banun Saptaningsih di Jakarta, Selasa (2/7/2019).

Meski begitu kata Agusdini, pemerintah akan berusaha untuk menekan impor bahan baku obat dalam beberapa tahun ke depan.

Hal ini sudah sesuai Instruksi Presiden (Inpres) nomor 16 Tahun 2016 dan Permenkes nomor 17 Tahun 2017 untuk Rencana Aksi Pengembangan Industri Farmasi dan Alat Kesehatan.

"Untuk bahan baku insyaallah pada 2021, impor bahan baku itu akan menurun 15,4 persen," kata dia.

"Sehingga impor bahan baku obat diperkirakan tidak 95 persen tetapi 80 persen. Itu cita-cita dan pesan Pak Presiden seusai Inpres 16 Tahun 2016," sambung dia.

Saat ini industri farmasi menjadi sorotan publik lantaran realisasi investasi asing di sektor tersebut mengalami penurunan pada dua tahun terakhir.

Bahkan sebagian pihak juga menilai pertumbuhan investasi industri farmasi dalam 10 tahun terakhir belum setinggi industri lain.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

INACA Minta Pemda Tidak Hambat Pemulihan Sektor Penerbangan

INACA Minta Pemda Tidak Hambat Pemulihan Sektor Penerbangan

Whats New
Promo Hypermart Jelang HUT RI, Ada Diskon 17 Persen

Promo Hypermart Jelang HUT RI, Ada Diskon 17 Persen

Spend Smart
AP II Sebut Jumlah Penumpang Pesawat Meningkat Signifikan

AP II Sebut Jumlah Penumpang Pesawat Meningkat Signifikan

Whats New
Daftar Kartu Prakerja Bisa Offline dan Online, Ini Penduan Lengkapnya

Daftar Kartu Prakerja Bisa Offline dan Online, Ini Penduan Lengkapnya

Work Smart
Panduan Lengkap Tes SKB di SSCN, Cetak Kartu Hingga Jadwal Ujian

Panduan Lengkap Tes SKB di SSCN, Cetak Kartu Hingga Jadwal Ujian

Work Smart
Tiga Bank Besar Ini Buka Lowongan Kerja, Berminat?

Tiga Bank Besar Ini Buka Lowongan Kerja, Berminat?

Work Smart
Kuota 800.000, Ini Cara Daftar Kartu Prakerja Gelombang 4 Lewat Online

Kuota 800.000, Ini Cara Daftar Kartu Prakerja Gelombang 4 Lewat Online

Work Smart
Anak Usaha BUMN Ini Buka Lowongan Kerja, Simak Posisi dan Syaratnya

Anak Usaha BUMN Ini Buka Lowongan Kerja, Simak Posisi dan Syaratnya

Work Smart
[POPULER MONEY] Rincian Besaran Gaji Ke-13 | Cara Daftar Kartu Prakerja Gelombang 4

[POPULER MONEY] Rincian Besaran Gaji Ke-13 | Cara Daftar Kartu Prakerja Gelombang 4

Whats New
Diincar Gibran Rakabuming, Berapa Gaji Wali Kota Solo?

Diincar Gibran Rakabuming, Berapa Gaji Wali Kota Solo?

Work Smart
Topang Ekonomi, Literasi Keuangan untuk UMKM dan Pengusaha Perempuan Penting

Topang Ekonomi, Literasi Keuangan untuk UMKM dan Pengusaha Perempuan Penting

Whats New
Kementan Bantu Petani di Tanah Bumbu Hadapi Kekeringan dengan RJIT

Kementan Bantu Petani di Tanah Bumbu Hadapi Kekeringan dengan RJIT

Rilis
[POPULER DI KOMPASIANA] Membedakan Pakar Asli dan Imitasi | Pelajaran dari Ledakan Beirut | Jangan Tunda Punya Rumah

[POPULER DI KOMPASIANA] Membedakan Pakar Asli dan Imitasi | Pelajaran dari Ledakan Beirut | Jangan Tunda Punya Rumah

Rilis
Ingat, Cuma Peserta BPJS Ketenagakerjaan yang Dapat Subsidi Gaji Rp 600.000

Ingat, Cuma Peserta BPJS Ketenagakerjaan yang Dapat Subsidi Gaji Rp 600.000

Work Smart
Persiapan Pembukaan Wisata Bali Tahap 3, Ini yang Akan Dilakukan Pemerintah

Persiapan Pembukaan Wisata Bali Tahap 3, Ini yang Akan Dilakukan Pemerintah

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X