Mal Ambassador Kian Sepi, Satu Toko Hanya Bisa Jual 1-3 Ponsel Sehari

Kompas.com - 03/07/2019, 05:16 WIB
Suasana Mall Ambassador, Jakarta, Selasa (2/7/2019). MUTIA FAUZIASuasana Mall Ambassador, Jakarta, Selasa (2/7/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com — Mal Ambassador dikenal sebagai salah satu pusat perbelanjaan gadget, seperti handphone, laptop, kamera, serta aksesori lain, di Jakarta. Namun, pamor Mal Ambassador kian redup lantaran kepadatan pembeli tak lagi terlihat di pusat perbelanjaan tersebut.

Berdasarkan pemantauan Kompas.com, Selasa (2/7/2019), meskipun pembeli terlihat cukup ramai di lantai dasar, di lantai yang lebih tinggi jumlah pengunjung bisa dihitung jari. Bahkan, beberapa toko ditutup atau dipasangi spanduk disewakan.

Sepinya Mal Ambassador pun dirasakan oleh salah satu karyawan toko di lantai 2, Roni. Dia mengatakan, hanya 1-3 handphone dia jual dalam sehari. Meski dirinya tak memungkiri, terkadang ada pula pembeli yang langsung bertransaksi dalam jumlah besar.

"Kalau pengunjung ya paling 5-6 pengunjung, tapi kalau yang beli handphone paling satu sampai tiga ya, kalau pas ada borongan ya mungkin bisa besar," ujar dia kepada Kompas.com, Selasa (2/7/2019).

Menurutnya, penjualan di akhir pekan ataupun hari biasa tak jauh berbeda.

Baca: Kejayaan ITC Mangga Dua Mulai Surut, Pembeli Pun Bisa Berlari-lari...

Roni yang sudah bekerja dua tahun di Mal Ambassador membandingkan dengan pusat perbelanjaan yang berada tepat di sebelahnya, yaitu ITC Kuningan. Menurut dia, ITC Kuningan lebih ramai pembeli.

"Selain karena mungkin orang kenalnya di sana jualan baju, juga mungkin karena gangnya lebih sempit-sempit dibanding di sini," ujar dia.

Hal tersebut juga dirasakan oleh Fatia, karyawan di salah satu toko di lantai 3. Dia mengatakan sudah terbiasa dengan suasana sepi di kawasan Mal Ambassador. Bahkan dalam satu hari tokonya bisa tak menjual handphone sama sekali saking sepinya pusat perbelanjaan tersebut.

"Kalau pas enggak ada yang beli handphone, ya kami nggak jual, paling jual aksesori, jadi pembeli paling belinya ya itu," ujar dia.

Dia mengatakan, dalam sehari paling banyak dia bisa mendapatkan Rp 3 juta ketika penjualan sedang ramai. Ketika sepi, setidaknya tokonya bisa mengantongi Rp 500.000.

Tentu pendapatan yang tak begitu besar cukup memberatkan lantaran biaya sewa toko cukup mahal.

"Kata bos saya di sini Rp 150 juta per tahun, makin ke depan ya makin mahal, ini saja sudah banyak yang tutup kan," ujar dia sembari menunjuk dua toko di samping dan di depan tokonya.

Baca juga: Soal ITC Sepi, Ini Kata Pengelola



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER MONEY] Kebijakan Kontroversial Edhy Prabowo | Maybank Ganti Uang Winda Earl

[POPULER MONEY] Kebijakan Kontroversial Edhy Prabowo | Maybank Ganti Uang Winda Earl

Whats New
Cek Rekening, Subsidi Gaji Rp 1,2 Juta untuk Tahap V Termin Kedua Telah Disalurkan

Cek Rekening, Subsidi Gaji Rp 1,2 Juta untuk Tahap V Termin Kedua Telah Disalurkan

Whats New
Pandemi Bikin Transaksi Belanja Online Produk Kosmetik Naik 80 Persen

Pandemi Bikin Transaksi Belanja Online Produk Kosmetik Naik 80 Persen

Spend Smart
Gara-gara Rambut Susah Diatur, Akhirnya Mulai Bisnis Pomade Buatan Sendiri

Gara-gara Rambut Susah Diatur, Akhirnya Mulai Bisnis Pomade Buatan Sendiri

Smartpreneur
AirAsia Dapat Peringkat Tertinggi untuk Health Rating Versi Airlinerating

AirAsia Dapat Peringkat Tertinggi untuk Health Rating Versi Airlinerating

Rilis
Mendag Dorong UMKM Pasarkan Produk Secara Offline dan Online di Masa Pandemi

Mendag Dorong UMKM Pasarkan Produk Secara Offline dan Online di Masa Pandemi

Whats New
Sejumlah Program di Sektor Ketenagakerjaan Ini Bantu 32,6 Juta Orang Selama Pandemi, Apa Saja?

Sejumlah Program di Sektor Ketenagakerjaan Ini Bantu 32,6 Juta Orang Selama Pandemi, Apa Saja?

Whats New
Perlu Diskresi untuk Koperasi Multipihak

Perlu Diskresi untuk Koperasi Multipihak

Whats New
Wamendag: RCEP Bakal Berkontribusi Besar pada Ekonomi ASEAN

Wamendag: RCEP Bakal Berkontribusi Besar pada Ekonomi ASEAN

Whats New
IPC Lanjutkan Pembangunan Terminal Kalibaru, Ditargetkan Beroperasi 2023

IPC Lanjutkan Pembangunan Terminal Kalibaru, Ditargetkan Beroperasi 2023

Rilis
Ignasius Jonan Diangkat Jadi Komisaris Independen Sido Muncul

Ignasius Jonan Diangkat Jadi Komisaris Independen Sido Muncul

Whats New
Menaker: 2,1 juta Korban PHK Harusnya Dapat Karpet Merah, Hanya 95.559 yang Lolos Kartu Prakerja!

Menaker: 2,1 juta Korban PHK Harusnya Dapat Karpet Merah, Hanya 95.559 yang Lolos Kartu Prakerja!

Whats New
5 Tahun Beroperasi, Mandiri Capital Suntik Dana ke 14 Startup dengan Total Rp 1 Triliun

5 Tahun Beroperasi, Mandiri Capital Suntik Dana ke 14 Startup dengan Total Rp 1 Triliun

Whats New
Jelang Natal dan Tahun Baru, DAMRI Siapkan Ribuan Armada Bus Sehat

Jelang Natal dan Tahun Baru, DAMRI Siapkan Ribuan Armada Bus Sehat

Rilis
Profil Edhy Prabowo: Mantan Prajurit, Jagoan Silat, hingga Pengusaha

Profil Edhy Prabowo: Mantan Prajurit, Jagoan Silat, hingga Pengusaha

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X