LinkAja Resmi Diluncurkan, Ini Respon Go-Pay

Kompas.com - 03/07/2019, 18:08 WIB
Ilustrasi T-Cash ke LinkAja T-CashIlustrasi T-Cash ke LinkAja

JAKARTA, KOMPAS.com - Manajemen Go-Pay menyambut baik atas kehadiran LinkAja, sebagai salah platform pembayaran uang digital milik di Tanah Air. LinkAja yang merupakan produk milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) baru saja diluncurkan akhir pekan lalu.

"Kami melihat bahwa kehadiran LinkAja mengusung misi yang serupa dengan GO-PAY, sesama fintech tanah air, yaitu mengubah kebiasaan masyarakat Indonesia menggunakan uang tunai dan meningkatkan inklusi keuangan," kata Managing Director Go-Pay Budi Gandasoebrata dalam keterangannya, Jakarta, Rabu (3/7/2019).

Budi mengungkapkan, kehadiran LinkAja menjadi platform penyedia uang digital ini sejalan dengan pihaknya. Karena itu keberadaannya harus disambut dengan baik dan bukan dianggap menjadi pesaing.

"Oleh karena itu, kami sangat terbuka untuk berkolaborasi antara Go-Pay dan LinkAja," ungkapnya.

Baca juga: Akhirnya Resmi Diluncurkan, LinkAja Bisa Digunakan di Luar Negeri

Selama ini, Go-Pay dikenal sebagai salah satu pemain besar dalam sektor bisnis ini bersama yang lainnya. Go-Pay merupakan uang elektronik atau dompet digital atau dompet virtual berupa saldo yang dapat digunakan untuk membayar berbagai layanan Go-Jek.

Tak hanya Go-Pay, sebelumnya Director of Enterprise Payment OVO Haryanto Gunawan, mengungkapkan pihaknya menyambut baik kehadiran LinkAja.

Ia tidak mempersoalkan kehadiran LinkAja yang salama ini diprediksi mengambil pasar OVO.

"Kami sangat welcome, selamat kepada teman-temen LinkAja," kata Haryanto di Jakarta, Senin (1/7/2019).

Haryanto menuturkan, hingga saat ini literasi dan penggunaan digital payment di Tanah Air masih cukup rendah. Ini dipengaruhi oleh infrastruktur yang belum begitu baik dihadirkan perusahaan layanan keuangan, baik bank maupun non-bank.

Karena kehadiran LinkAja akan memberikan dampak positif pada aspek literasi maupun penggunaannya.

"Yang kita lihat di Indonesia ini untuk digital payment masih sangat rendah, mungkin sekitar 10 persen. Dari itu, 90 persen masih cash dominan, (OVO) masih punya market," ujarnya.

Dia berharap, hadirnya LinkAja sebagai salah satu layanan keuangan berbasis elektronik bisa memberikan edukasi kepada masyarakat akan pentingnya transaksi non tunai. Sehingga penggunaan digital payment akan meningkat secara perlahan.

LinkAja sendiri baru diluncurkan secara simbolis pada Minggu (30/6/2019) lalu di Gelora Bung Karno, Jakarta.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X