"Kepemimpinan Pak Jokowi Selama 5 Tahun Membangun Infrastruktur dan Konektivitas Ini Luar Biasa..."

Kompas.com - 03/07/2019, 21:08 WIB
Presiden Joko Widodo meresmikan pembebasan tarif Tol Jembatan Suramadu, Sabtu (27/10/2018). Dengan demikian, status infrastruktur konektivitas ini berganti menjadi Jembatan Suramadu tanpa embel-embel tol. Kompas.com/Dani PrabowoPresiden Joko Widodo meresmikan pembebasan tarif Tol Jembatan Suramadu, Sabtu (27/10/2018). Dengan demikian, status infrastruktur konektivitas ini berganti menjadi Jembatan Suramadu tanpa embel-embel tol.

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebagai calon presiden terpilih, Presiden Joko Widodo ( Jokowi) masih memiliki beberapa pekerjaan rumah yang harus dirampungkan, terutama di sektor ekonomi.

Wakil Ketua Umum Asosisiasi Pengusaha Indonesia Shinta Kamdani memaparkan, setidaknya terdapat tiga hal yang harus menjadi fokus kebijakan Jokowi dalam lima tahun kepemimpinannya mendatang, yaitu terkait ketenagakerjaan, perpajakan, dan industrialisasi.

Dia pun menegaskan, ada beberapa hal yang sudah dilakukan Jokowi dalam lima tahun belakangan, meski di beberapa bidang perlu ditingkatkan.

"Kepemimpinan Pak Jokowi selama lima tahun membangun infrastruktur dan konektivitas ini luar biasa walau tentu masih perlu dilanjutkan," ujar Shinta di Jakarta, Rabu (3/7/2019).

Baca juga: Bahas Investasi, Jokowi Bakal Bertemu Bos SoftBank

"Dari segi apa yang perlu diperbaiki ke depan, masukan bukan berarti belum dimulai ya tetapi ada keberlanjuta, artinya melanjutkan pekerjaan-pekerjaan lampau, apa yag sudah jalan tapi belun selesai, dan apa yang tidak begitu baik diperbaiki," lanjut dia.

Di bidang ketenagakerjaan, selain meningkatkan daya siang, Shinta mengatakan pemerintahan Jokowi mendatang harus bisa menyesuaikan ketersediaan tenaga kerja dengan industri.

Sebab, selama ini terdapat kesenjangan antara kebutuhan industri dengan tenaga kerja yang dihasilkan oleh produk pendidikan.

"Dari segi link and match human capital development karena kita mengkhawatirkan apa yang keluar dari pendidikan enggak bisa di-absorb industri, ini sangat penting melihat future of job seperti ada dan juga pengalihan dari teknologi," ujar dia.

Jokowi dinilai juga perlu untuk menyelesaikan masalah perpajakan, baik dari segi revisi undang-undang, peningkatan potensi PPN dan PPh, juga administrasi pajak.

"Fokus pajak ini kita tidak bisa hanya melakukan intensifikasi tapi ekstensifikasi agar lebih banyak base membayar pajak," ujar dia.

Mengenai industrialisasi, Shinta menilai, Jokowi harus kian mengintensifkan industrialisasi, terutama industri hulu. Sebab, selama ini 70 persen bahan baku industri di Indonesia berasal dari impor sementara Indonesia saat ini harus bisa meningkatkan ekspor agar ketahanan ekonomi dalam negeri kian baik.

"Soal ekspor selalu melihat bagaimana bisa bersaing dengan negara lain, membuka pasar baru ini ada kaitannya dengan promosi Indonesia as a brand," tukas Shinta.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X