Mendag Enggar, Misi Dagang, Persempit Impor, hingga Dipanggil KPK

Kompas.com - 05/07/2019, 09:06 WIB
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita di kantor Kemendag, Jakarta, Rabu (12/6/2019). KOMPAS.com/AMBARANIE NADIA KEMALAMenteri Perdagangan Enggartiasto Lukita di kantor Kemendag, Jakarta, Rabu (12/6/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Berlatarbelakang sebagai politisi dan pengusaha, Enggartiasto Lukita adalah Menteri Perdagangan yang ditunjuk Presiden Joko Widodo pada resuffle kabinet jilid II tahun 2016.

Politisi dari partai Nasdem ini dipilih untuk menggantikan jabatan Mendag yang sebelumnya dipegang oleh Thomas Lembong, yang kini menjabat di BKPM.

Sebelum berkiprah di Partai Nasdem, pria yang merupakan lulusan IKIP Bandung ini awalnya berkiprah di Partai Golkar. Enggar sempat menjabat jadi DPR Fraksi Golkar dan Wakil Bendahara Umum Golkar.

Di tahun 2013, dia bergabung dengan Nasdem. Enggar mengukuhkan posisinya sebagai Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri Partai Nasdem.

Selain berkiprah di bidang politik, dia juga sempat menjabat sebagai Direktur Utama besar di beberapa perusahaan properti, antara lain PT Bangun Tjipta Pratama, PT Kemang Pratama, PT Kartika Karisma Indah, dan sejumlah PT lainnya.

Prestasi

Pria kelahiran 12 Oktober 1951 di Cirebon ini tahun lalu mendapat gelar Doktor Honoris Causa dari UPI Bandung karena dianggap telah berkontribusi terhadap pembangunan perekonomian dan kewirausahaan Indonesia. 

Kementrian Perdagangan sendiri memang punya beragam agenda yang memunculkan wirausaha baru di era industri 4.0. Pun menaikkelaskannya di tingkat nasional, sebut saja ajang Good Design Indonesia yang masih berlangsung hingga November 2019.

Enggar dan jajaran pejabat di Kementrian Perdagangan memfasilitasi pelatihan untuk desainer sekaligus membawa produknya ke kancah internasional, seperti Jepang.

Kurangi Impor

Di tahun 2016, Enggar mengaku prestasinya adalah tak ada impor beras. Tentu hal ini bukan prestasi perorangan, tapi prestasi pemerintah bersama. Tapi Enggar yang saat itu baru menjabat jadi Mendag, turut punya andil besar dalam rencana eskpor maupun impor beras.

"Rekomendasi impor yang dikeluarkan pada 2016 hanya untuk komoditas gula dan daging sapi. Komoditas yang lain saya enggak mau ngeluarin. Ngapain, kalau kita ada (produksinya)," pungkas Enggar.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

17 Ahli Waris Korban Sriwijaya Air SJ 182 Terima Santunan Rp 50 Juta dari Jasa Raharja

17 Ahli Waris Korban Sriwijaya Air SJ 182 Terima Santunan Rp 50 Juta dari Jasa Raharja

Whats New
Reklamasi Bekas Tambang Timah Habiskan Rp 29 Miliar

Reklamasi Bekas Tambang Timah Habiskan Rp 29 Miliar

Whats New
BPOM Jelaskan Alasan Vaksin Sinovac Boleh Digunakan meski Uji Klinis Fase III Belum Selesai

BPOM Jelaskan Alasan Vaksin Sinovac Boleh Digunakan meski Uji Klinis Fase III Belum Selesai

Whats New
Ini Enaknya Punya Kartu Kredit...

Ini Enaknya Punya Kartu Kredit...

Spend Smart
[POPULER DI KOMPASIANA] Parasut pada Pesawat | Kebijakan Baru WhatsApp | Setop Stigmatisasi Janda

[POPULER DI KOMPASIANA] Parasut pada Pesawat | Kebijakan Baru WhatsApp | Setop Stigmatisasi Janda

Rilis
Bea Cukai Tangkap Mafia Rokok Ilegal, Begini Kronologinya

Bea Cukai Tangkap Mafia Rokok Ilegal, Begini Kronologinya

Whats New
Meski Vaksin Mandiri untuk Korporasi Dibuka, Menkes Pastikan Vaksin Gratis Tetap Ada

Meski Vaksin Mandiri untuk Korporasi Dibuka, Menkes Pastikan Vaksin Gratis Tetap Ada

Whats New
Besok Tarif Tol Jakarta-Cikampek Naik, Ini Rinciannya

Besok Tarif Tol Jakarta-Cikampek Naik, Ini Rinciannya

Spend Smart
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Rokok Ilegal di Kepulauan Riau

Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Rokok Ilegal di Kepulauan Riau

Whats New
Motivasi Kerja Hilang di Awal Tahun Baru? Cas Lagi dengan 6 Cara Ini

Motivasi Kerja Hilang di Awal Tahun Baru? Cas Lagi dengan 6 Cara Ini

Whats New
Erick Thohir Minta Direksi BUMN Belajar Nilai Kepedulian dari Milenial

Erick Thohir Minta Direksi BUMN Belajar Nilai Kepedulian dari Milenial

Whats New
Edufecta Sediakan Platform Pembelajaran Daring untuk Kampus Swasta se-Indonesia

Edufecta Sediakan Platform Pembelajaran Daring untuk Kampus Swasta se-Indonesia

Rilis
Sepekan IHSG Naik 1,85 Persen, Kapitalisasi Pasar Capai Rp 7.430 Triliun

Sepekan IHSG Naik 1,85 Persen, Kapitalisasi Pasar Capai Rp 7.430 Triliun

Whats New
Cara Mendapatkan BLT Ibu Hamil Rp 3 Juta

Cara Mendapatkan BLT Ibu Hamil Rp 3 Juta

Whats New
Digitalisasi Dorong Bisnis Wealth Management CIMB Niaga Tumbuh 16 Persen

Digitalisasi Dorong Bisnis Wealth Management CIMB Niaga Tumbuh 16 Persen

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X