Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Imbas Perang Dagang, Pemerintah AS Minta Hakim Batalkan Gugatan Huawei

Kompas.com - 05/07/2019, 12:02 WIB
Fika Nurul Ulya,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

Sumber CNN

HONGKONG, KOMPAS.com - Kebijakan Presiden AS Donald Trump dengan Presiden China Xi Jinping soal Huawei rupanya belum berhenti meski mencapai kesepakatan karena G20 di Jepang pekan lalu.

Dikutip CNN, Jumat (5/7/2019), para Rabu kemarin pemerintah AS meminta pengadilan federal di Texas untuk membatalkan gugatan raksasa telekomunikasi China Huawei Technologies Co Ltd yang mengklaim Amerika Serikat telah bertindak secara ilegal ketika memasukkan produk-produknya ke dalam daftar hitam.

Huawei telah mengajukan gugatan sejak bulan Maret 2019, dengan alasan Huawei dihukum tanpa pengadilan. Huawei menyebut pemerintah AS melanggar konstitusi karena telah membuat UU yang mencegah agen-agen federal AS membeli produk-produknya.

Pengacara yang diutus ke Departemen Kehakiman AS menantang pemintaan tersebut dengan alasan hukum itu bukan hukuman inkonstitusional, melainkan langkah logis untuk melindungi negara dan memastikan China tidak diberikan pijakan strategis di Jaringan AS.

"Para anggota parlemen dan pejabat di kursi pemerintahan Amerika sebelumnya telah memperingatkan kemungkinan penyelundupan data atau hal lainnya dalam konteks aktifitas cyber," kata pengacara itu dikutip CNN, Jumat (5/7/2019).

Lagi pula, pengacara itu berpendapat Undang-Undang yang diterbitkan parlemen AS tidak menghukum mati, memenjarakan, atau menyita properti Huawei.

"Undang-Undang itu secara jelas tak menghalangi Huawei untuk terlibat dalam profesi yang dipilihnya," jelas pengacara parlemen AS.

Diketahui, Huawei adalah pabrikan telekomunikasi terbesar di dunia dan merk smartphone terkemuka. Saat perang dagang, masuknya Huawei ke dalam entitas AS merupakan imbas dari kampanye AS yang melarang perusahaannya bermitra dengan China dengan alasan keamanan.

Namun perusahaan berulang kali membantah salah satu produknya menimbulkan risiko keamanan nasional. Masuknya Huawei ke dalam daftar hitam AS juga menjadi kekhawatiran besar. Bagaimana tidak? Larangan AS telah menghilangkan pendapatan Huawei sekitar 30 miliar dollar AS selama 2 tahun ke depan.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Sumber CNN
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Respons Bapanas soal Program Bantuan Pangan Disebut di Sidang Sengketa Pilpres

Respons Bapanas soal Program Bantuan Pangan Disebut di Sidang Sengketa Pilpres

Whats New
Freeport Indonesia Catat Laba Bersih Rp 48,79 Triliun pada 2023, Setor Rp 3,35 Triliun ke Pemda Papua Tengah

Freeport Indonesia Catat Laba Bersih Rp 48,79 Triliun pada 2023, Setor Rp 3,35 Triliun ke Pemda Papua Tengah

Whats New
KPLP Kemenhub Atasi Insiden Kebakaran Kapal di Perairan Tanjung Berakit

KPLP Kemenhub Atasi Insiden Kebakaran Kapal di Perairan Tanjung Berakit

Whats New
Wamenkeu Sebut Suku Bunga The Fed Belum Akan Turun dalam Waktu Dekat

Wamenkeu Sebut Suku Bunga The Fed Belum Akan Turun dalam Waktu Dekat

Whats New
PNS yang Dipindah ke IKN Bisa Tempati Apartemen Mulai September

PNS yang Dipindah ke IKN Bisa Tempati Apartemen Mulai September

Whats New
RMKE: Ekspor Batu Bara Diuntungkan dari Pelemahan Rupiah

RMKE: Ekspor Batu Bara Diuntungkan dari Pelemahan Rupiah

Whats New
Antisipasi Darurat Pangan di Papua Selatan, Kementan Gencarkan Optimasi Lahan Rawa di Merauke

Antisipasi Darurat Pangan di Papua Selatan, Kementan Gencarkan Optimasi Lahan Rawa di Merauke

Whats New
Erick Thohir Minta Pertamina hingga MIND ID Borong Dollar AS, Kenapa?

Erick Thohir Minta Pertamina hingga MIND ID Borong Dollar AS, Kenapa?

Whats New
Nasabah Kaya Perbankan Belum 'Tersengat' Efek Pelemahan Nilai Tukar Rupiah

Nasabah Kaya Perbankan Belum "Tersengat" Efek Pelemahan Nilai Tukar Rupiah

Whats New
Apa Saja Penyebab Harga Emas Naik Turun?

Apa Saja Penyebab Harga Emas Naik Turun?

Work Smart
Bapanas Ungkap Biang Kerok Harga Tomat Mahal

Bapanas Ungkap Biang Kerok Harga Tomat Mahal

Whats New
Jadi BUMD Penyumbang Dividen Terbesar, Bank DKI Diapresiasi Pemprov Jakarta

Jadi BUMD Penyumbang Dividen Terbesar, Bank DKI Diapresiasi Pemprov Jakarta

Whats New
Kadin Sebut Ekonomi RI Kuat Hadapi Dampak Konflik di Timur Tengah

Kadin Sebut Ekonomi RI Kuat Hadapi Dampak Konflik di Timur Tengah

Whats New
Rupiah Tembus Rp 16.100, Menko Airlangga: karena Dollar AS Menguat

Rupiah Tembus Rp 16.100, Menko Airlangga: karena Dollar AS Menguat

Whats New
IHSG dan Rupiah Berakhir di Zona Hijau

IHSG dan Rupiah Berakhir di Zona Hijau

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com