BI Prediksi Neraca Pembayaran Kembali Surplus di Kuartal II 2019

Kompas.com - 05/07/2019, 16:54 WIB
Ilustrasi rupiah Thinkstockphotos.comIlustrasi rupiah

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur Bank Indonesia ( BI) Perry Warjiyo memrediksi neraca pembayaran Indonesia pada kuartal II 2019 bisa surplus. Pasalnya, pada akhir Juni 2019 cadangan devisa bertambah 3,5 miliar dollar AS menjadi 123,8 miliar dollar AS

Menurut Perry, surplus neraca pembayaran pada kuartal II 2019 diperkirakan mencapai 3 miliar dollar AS. Angka tersebut lebih tinggi jika dibandingkan dengan kuartal I 2019 yang sebesar 2,4 miliar dollar AS.

"Overall balance of payment di triwulan II itu akan mengalami surplus sekitar 3 miliar dollar AS. Anda bisa membandingkan kenaikan cadangan devisa dari akhir Maret ke akhir Juni itu sebetulnya menggambarkan jumlah surplus dari neraca pembayaran," ujar Perry di Kompleks Perkantoran BI, Jakarta, Jumat (5/7/2019).

Baca juga: Juni 2019, Cadangan Devisa Naik Jadi Rp 123,8 Miliar Dollar AS

Selain meningkatnya cadangan devisa, surplus neraca pembayaran juga didorong oleh derasnya aliran modal asing yang sejak awal tahun hingga awal Juli mencapai Rp 170,1 triliun.

Perry mengatakan, aliran modal asing tersebut paling besar masuk melalui instrumen SBN sebesar Rp 98,5 triliun dan saham Rp 71,5 triliun.

Namun, defisit transaksi berjalan di kuartal II 2019 akan kembali terjadi meski angkanya tidak akan mencapai 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Baca juga: Kuartal I 2019, Defisit Transaksi Berjalan RI 2,6 Persen dari PDB

Sebagai catatan, pada kuartal I 2019 lalu defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) mencapai 7 miliar dollar AS atau 2,6 persen dari PDB.

"Secara persis kami harus menunggu angka neraca dagang Juni nanti. Kami tunggu dari BPS melihat persisnya angka dari defisit transaksi berjalan, tapi perkiraan kami tidak akan lebih tinggi dari 3 persen PDB," ujar dia.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X