Uni Emirat Arab Akan Investasi 5 Miliar Dollar AS di Sektor Energi

Kompas.com - 06/07/2019, 12:02 WIB
Menteri ESDM Ignasius Jonan di Cilacap, Senin (25/2/2019)Kompas.com/YOGA SUKMANA Menteri ESDM Ignasius Jonan di Cilacap, Senin (25/2/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan, Pemerintah Uni Emirat Arab memiliki komitmen tinggi untuk menanamkan investasinya di Indonesia pada beberapa sektor.

Diperkirakan ada investasi lebih dari 5 miliar dollar AS di sektor energi. Hal tersebut dibahas dalam pertemuan bilateral antara Jonan dengan Menteri Energi dan Industri PEA Suhail Mohamed Faraj Al Mazrouei

"Sesuai arahan, Presiden menginginkan investasi dari Uni Emirates Arab khususnya dan Timur Tengah, adanya investasi yang besar tidak hanya dari sektor migas saja, tapi sektor yang lain. Kira-kira targetnya total mencapai di atas 5 miliar dollar AS," ujar Jonan dalam siaran pers, Jumat (5/7/2019).

Jonan mengatakan, UEA juga berminat untuk menjajaki kerja sama di sektor lain di luar energi seperti infrastruktur, keuangan, hingga pariwisata. Langkah ini dianggap dapat membantu upaya pemerintah dalam membuka lapangan pekerjaan di Indonesia.

"Kerja samanya kita coba tingkatkan. Tidak harus di bidang migas dan pertambangan. Misalnya infrastruktur, sektor keuangan, pariwisata atau pembiayaan UKM," kata Jonan.

Sementara itu, Menteri Suhail pun menunjukkan keseriusannya berinvestasi di Indonesia. Bahkan mereka berani mengeluarkan dana besar untuk dikucurkan ke negara ini.

"Kami tidak melihat untuk investasi yang kecil di sini, kami kumpulkan investasi bersama dikombinasikan dalam sebuah rencana aksi nilainya hingga multi billion dollar untuk investasi UEA ke Indonesia," kata Suhail.

Menurut Suhail, Indonesia memiliki potensi perekonomian luar biasa. Indonesia termasuk 16 negara dengan ekonomi terbesar di dunia. Bahkan berpotensi menjadi 10 besar dunia.

Salah satu potensi kerja sama yang bisa digarap adalah di sektor hulu minyak dan gas. Terutama dengan Pertamina dalam rangka meningkatkan produksi migas Indonesia.

"Persatuan Emirat Arab berharap berdiskusi dengan Pertamina tentang peningkatan investasi dan mengembangkan lebih banyak lapangan migas demi meningkatkan produksi migas," kata Suhail.

Selain itu, PEA juga menunjukkan ketertarikan menjalankan bisnis di sektor Energi Baru Terbarukan (EBT). Apalagi Uni Emirat Arab memiliki perusahaan yang bergerak di industri EBT, yaitu Masdar.

"Mereka adalah pemimpin dan mempunyai kemampuan untuk menekan biaya energi terbarukan," kata dia.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X