Kemenhub Imbau Masyarakat Hindari Jalur Puncak, Apa Sebabnya?

Kompas.com - 07/07/2019, 10:07 WIB
Ilustrasi: Antrean kendaraan menuju kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat, terjadi di exit Tol Ciawi, Foto diambiil, Sabtu (29/12/2018). KOMPAS.com / RAMDHAN TRIYADI BEMPAHIlustrasi: Antrean kendaraan menuju kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat, terjadi di exit Tol Ciawi, Foto diambiil, Sabtu (29/12/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Jalur Puncak diprediksi akan mengalami peningkatan volume kendaraan dan diprediksi bakal mengalami kemacetan pada Minggu (7/7/2019).

Oleh karenanya Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengimbau masyarakat untuk menunda perjalanan ke puncak agar tak terjebak kemacetan.

“Kami mengimbau kepada masyarakat yang telah berada di Puncak agar dapat kembali ke Jakarta pagi ini dan bagi masyarakat yang berkeinginan menuju wilayah Puncak dapat menunda perjalanan supaya tidak terjebak kemacetan,” ujar Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdat) Budi Setiyadi dalam keterangan tertulis yang diterina Kompas.com.

Baca juga: Kemenhub Tegaskan Belum Akan Berlakukan Aturan Batasan Usia Kendaraan Pribadi

Lebih lanjut Budi menyampaikan penyebab kepadatan di jalur Puncak disebabkan oleh dua hal yaitu masa libur anak sekolah dan adanya informasi penutupan jalan tol Jakarta - Cikampek yang membuat banyak kendaraan beralih mengakses jalur Puncak.

“Saya mengimbau agar masyarakat benar-benar mengatur pola perjalanannya supaya masyarakat tidak terjebak dalam antrian kemacetan," ujar Budi.

"Imbauan tersebut juga untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas dari dan menuju wilayah wisata Puncak,” pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.