BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan Schneider

Menyelisik Tren Bisnis Kopi di Masa Depan

Kompas.com - 08/07/2019, 07:08 WIB
Ilustrasi barista membuat kopi SHUTTERSTOCKIlustrasi barista membuat kopi


KOMPAS.com – Beberapa tahun belakangan, tren konsumsi kopi di Indonesia sedang berkembang pesat. Kegiatan minum kopi pun saat ini telah berkembang menjadi gaya hidup masyarakat.

Tak hanya penghilang rasa kantuk, kopi juga dimanfaatkan sebagai sarana bercengkrama dengan kawan, hingga menemani saat bekerja.

Dikutip dari Kompas.com, Jumat (10/11/2017), pemerhati gaya hidup dan makanan Kevindra Soemantri mengatakan, peningkatan tren mengonsumsi minuman berkafein ini bisa dilihat sejak 2014.

Seiring dengan peningkatan konsumsi itu, kebiasaan nongkrong di kedai kopi pun turut berkembang. Saat ini kedai-kedai kopi kekinian tumbuh menjamur dan dapat dengan mudah ditemukan di berbagai kota di Indonesia.

Dengan kondisi tersebut, tak heran jika tingkat konsumsi kopi Indonesia terus mengalami peningkatan. Berdasarkan Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian Kementerian Pertanian, konsumsi kopi nasional pada 2016 mencapai sekitar 249. 800 ton. Pada 2018, angkanya tumbuh menjadi 314.400 ton.

Ke depannya konsumsi kopi Indonesia diprediksi terus tumbuh rata-rata sebesar 8,22 persen per tahunnya. Kemudian pada 2021, konsumsi kopi diprediksi mencapai angka 370.000 ton.

Terus meningkatnya angka konsumsi kopi di Indonesia itu tentunya dapat menjadi angin segar bagi para pengusaha kopi di Indonesia.

Meski begitu, para pengusaha kopi tidak boleh lengah dalam menjalankan bisnisnya. Mereka harus bisa memenuhi permintaan kopi yang makin meningkat, serta konsisten menyajikan kopi kualitas terbaik agar tetap diminati konsumen.

Salah satu caranya, pengusaha dapat memanfaatkan perkembangan teknologi untuk mendukung bisnis mereka. Dalam bisnis kopi, penerapan teknologi tak hanya terbatas pada proses pemesanan dan pembayaran, seperti yang banyak diterapkan saat ini.

Teknologi pun bisa diterapkan dalam proses pengolahan biji kopi. Berto Coffee Roaster, misalnya. Perusahaan coffee roaster yang berdiri sejak 1984 ini, telah memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan produksi kopi mereka.

Sejak awal berdiri hingga saat ini Berto fokus untuk memproduksi mesin roasting kopi. Namun, seiring dengan perkembangan zaman, Berto mulai mengembangkan mesin roasting kopi mereka.

Teknologi automasi

Mesin kopi konvensional mereka ubah menjadi lebih modern dengan menambahkan teknologi automasi. Tujuannya, mempermudah operator dan memastikan hasil dari biji kopi yang disangrai selalu konsisten.

Berto menambahkan beberapa teknologi pada mesin roaster-nya, seperti Programmable Logic Control Modicon M221, Human Machine Interface Magelis GXU Series, dan Variable Speed Drive ALTIVAR 320.

Ilustrasi mesin coffee roasterSHUTTERSTOCK Ilustrasi mesin coffee roaster

Untuk memonitor produktivitas mesin secara real time, mereka menggunakan teknologi EcoStruxure Machine SCADA Expert. Ada juga EcoStruxure Machine Advisor yang memudahkan penggunanya untuk memonitor mesin dari jarak jauh dengan kontrol berbasis cloud.

Sementara itu, untuk menjaga produktivitas mesin tetap baik, Berto menggunakan EcoStruxure Augmented Operator Advisor.

Teknologi itu bisa memberikan real time data untuk mengetahui status mesin dan mampu mengurangi waktu maintenance hingga 50 persen serta mampu mendeteksi gangguan, sehingga dapat mengurangi down time.

Sebagai informasi teknologi-teknologi EcoStruxure yang digunakan Berto untuk mendukung coffee roaster-nya merupakan salah satu dari sekian banyak teknologi yang dimiliki oleh Schneider Electric.

Selain tiga teknologi yang digunakan Berto, mereka masih memiliki teknologi EcoStruxure lainnya yang akan dipamerkan dalam ajang Innovation Days : SmartFood Indonesia 2019. Forum industri makanan dan minuman eksklusif itu, bakal menghadirkan pakar industri dari Schneider Electric serta para pelaku industri makanan dan minuman terkemuka.

Nantinya, forum membahas tantangan transformasi digital industri makanan dan minuman Indonesia di tengah disrupsi digital saat ini.

Bagi Anda yang tidak berkesempatan hadir di acara itu tetap dapat mengikutinya lewat live streaming-nya di Kompas.com, Rabu 10 Juli 2019. Siapa tahu banyak ilmu serta informasi baru yang bisa diperoleh untuk semakin memajukan bisnis Anda.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Merasa Tidak Bersalah, Antam Bakal Lawan Balik Gugatan 1,1 Ton Emas

Merasa Tidak Bersalah, Antam Bakal Lawan Balik Gugatan 1,1 Ton Emas

Whats New
Airlangga: Selain Vaksinasi, Donor Konvalesen Bisa Bantu Pasien Covid-19

Airlangga: Selain Vaksinasi, Donor Konvalesen Bisa Bantu Pasien Covid-19

Whats New
Kata Pertamina, Ini Kelebihan dari Digitalisasi SPBU

Kata Pertamina, Ini Kelebihan dari Digitalisasi SPBU

Whats New
Pemerintah Dorong Gasifikasi Batu Bara Melalui Berbagai Regulasi

Pemerintah Dorong Gasifikasi Batu Bara Melalui Berbagai Regulasi

Whats New
Realisasi Wajib Tanam Bawang Putih 2020 Baru 30 Persen

Realisasi Wajib Tanam Bawang Putih 2020 Baru 30 Persen

Whats New
Cadangan Minyak Terus Menipis, ini Langkah yang Dilakukan Pemerintah

Cadangan Minyak Terus Menipis, ini Langkah yang Dilakukan Pemerintah

Whats New
Banyak Saham Auto Reject Bawah, Netizen Salahkan Sekuritas Lakukan 'Forced Sell'

Banyak Saham Auto Reject Bawah, Netizen Salahkan Sekuritas Lakukan "Forced Sell"

Whats New
Sri Mulyani Peringatkan Masalah Vaksin Bisa Jadi Krisis Moral Dunia

Sri Mulyani Peringatkan Masalah Vaksin Bisa Jadi Krisis Moral Dunia

Whats New
Ada Penggeledahan Kejagung Terkait Dugaan Korupsi, BPJS Ketenagakerjaan Tetap Beroperasi Normal

Ada Penggeledahan Kejagung Terkait Dugaan Korupsi, BPJS Ketenagakerjaan Tetap Beroperasi Normal

Whats New
Kemenkop UKM dan Kemenparekraf Berkolaborasi untuk Kembangkan 5 Destinasi Super-Prioritas

Kemenkop UKM dan Kemenparekraf Berkolaborasi untuk Kembangkan 5 Destinasi Super-Prioritas

Rilis
Airlangga: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2021 Akan Lebih Rendah dari Tahun lalu

Airlangga: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2021 Akan Lebih Rendah dari Tahun lalu

Whats New
Viral Video Pengiriman Paket Berisikan Ular Hidup, Ini Tanggapan Perusahaan Logistik

Viral Video Pengiriman Paket Berisikan Ular Hidup, Ini Tanggapan Perusahaan Logistik

Whats New
Ini Waktu yang Dipilih Masyarakat untuk Menjual Mobilnya

Ini Waktu yang Dipilih Masyarakat untuk Menjual Mobilnya

Spend Smart
KSPI: Turunnya Jumlah Peserta BPJS Ketenagakerjaan Bukti Ledakan PHK Gelombang Kedua

KSPI: Turunnya Jumlah Peserta BPJS Ketenagakerjaan Bukti Ledakan PHK Gelombang Kedua

Rilis
Waktunya Pemerintah dan Swasta Bersatu Tanggulangi Dampak Pandemi Covid-19

Waktunya Pemerintah dan Swasta Bersatu Tanggulangi Dampak Pandemi Covid-19

Whats New
komentar di artikel lainnya