Simak Pentingnya Persiapkan Dana Pendidikan untuk Anak Anda

Kompas.com - 08/07/2019, 09:40 WIB
Ilustrasi pendidikan www.shutterstock.comIlustrasi pendidikan

"Paling ideal ketika anaknya sudah ada, baru kita siapkan anggaran pendidikannya," kata Indah.

Untuk mengetahui berapa angka pasti yang Anda butuhkan, Indah menyarankan Anda harus tahu terlebih dahulu kapan dan dimana anak Anda akan bersekolah. Bila Anda ingin menyekolahkan anak Anda di sekolah A, cari biaya pendidikan sekolah itu saat ini.

Baca juga: Baru Menikah dan Ingin Punya Bayi, Simak Tips Keuangan Ini

Kemudian, hitung umur anak Anda. Berapa tahun lagi Anda punya waktu untuk mempersiapkan biaya tersebut hingga anak Anda memasuki usia wajib sekolah. Tak lupa, tambahkan biaya kenaikan 15 persen setiap tahunnya.

"Cari biaya di sekolah itu saat ini plus per tahun tambah 15 persen. Baru setelah itu hitung umur anak Anda dan kapan anak Anda sekolah. Dari situ terlihat besaran dana yang bisa Anda kumpulkan per bulan," ujar Indah.

Setelah berhasil mendapat besaran angka, jangan lupa pilih produk investasi dana pendidikan. Produk ini juga bisa disesuaikan dengan umur anak Anda. Jika jangka waktunya pendek, carilah produk berjangka pendek dan sebaliknya.

"Kalau jangka waktunya pendek cari produk-produk yang enggak ada resikonya, kalau jangka waktu panjang cari yang ada resikonya tapi resiko itu masih bisa kita ukur, alias tidak merugikan," ucap Indah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

3. Biaya kerap disamakan dengan kualitas

Selain dua hal tadi, para orang tua kerap menyamakan harga sekolah yang semakin mahal dengan kualitas sekolah. Padahal, sekolah yang mahal belum tentu bagus. Tergantung bakat dan pola belajar anak masing-masing. Pun jika Anda memilih memasukkan anak Anda ke sekolah mahal, otomatis biaya kehidupan sosial Anda alias "biaya pamer" sesama orang tua akan lebih besar.

Jadi Indah menyarankan pikirkan dahulu baik-baik keuangan Anda. Sekaligus pertimbangkan dengan tingkat pendidikan yang cocok untuk anak.

"Enggak semua sekolah anak cocok satu sama lain. Sekolah konvensional enggak semua cocok, sekolah montessory enggak semuanya juga cocok. Jadi kembalikan lagi ke tipe anaknya dan ke tipe orangtua," saran Indah.

Apalagi, pengenalan bakat anak saat ini semakin mudah dilakukan. Sudah banyak sekolah-sekolah yang menawarkan percobaan (trial) sebelum resmi masuk sekolah tersebut.

"Sekarang sebelum masuk sekolah kan suka dibuka trial, itulah pentingnya kita ikut trial biar tahu sekolah itu cocok untuk anak kita atau enggak," ucapnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Menambah Daya Listrik Berikut Rincian Biayanya

Cara Menambah Daya Listrik Berikut Rincian Biayanya

Whats New
Puncak BBI Berjalan Lancar, Telkom Hadirkan Beragam Dukungan Ekosistem Digital di Flobamora

Puncak BBI Berjalan Lancar, Telkom Hadirkan Beragam Dukungan Ekosistem Digital di Flobamora

Rilis
Riset NielsenIQ: Tingkat Konsumsi Naik, Tren Pemulihan di Tengah Pembatasan Sosial

Riset NielsenIQ: Tingkat Konsumsi Naik, Tren Pemulihan di Tengah Pembatasan Sosial

Whats New
Bank Dunia Rekomendasikan Indonesia Naikkan Tarif Cukai Rokok Untuk Dongkrak Pendapatan Negara

Bank Dunia Rekomendasikan Indonesia Naikkan Tarif Cukai Rokok Untuk Dongkrak Pendapatan Negara

Whats New
Ini Strategi Indonesia Hadapi Isu Transisi Dunia Pendidikan ke Dunia Kerja

Ini Strategi Indonesia Hadapi Isu Transisi Dunia Pendidikan ke Dunia Kerja

Rilis
Program Padat Karya Bidang Jalan dan Jembatan Serap 273.603 Tenaga Kerja

Program Padat Karya Bidang Jalan dan Jembatan Serap 273.603 Tenaga Kerja

Rilis
Tips Berbisnis Bagi Pemula Ala Bos Grab Indonesia

Tips Berbisnis Bagi Pemula Ala Bos Grab Indonesia

Whats New
Prudential Kukuhkan 40 Calon Pengusaha yang Ikut Program Kewirausahaan

Prudential Kukuhkan 40 Calon Pengusaha yang Ikut Program Kewirausahaan

Rilis
 Mata Uang Kripto adalah Uang Digital, Begini Cara Kerjanya

Mata Uang Kripto adalah Uang Digital, Begini Cara Kerjanya

Whats New
Hati-hati, Ini Konflik Pembagian Harta Warisan yang Rawan Terjadi

Hati-hati, Ini Konflik Pembagian Harta Warisan yang Rawan Terjadi

Whats New
Indonesia Jadi Anggota Dewan FAO, Guru Besar IPB: Bisa Bantu Perbaikan Data Pertanian

Indonesia Jadi Anggota Dewan FAO, Guru Besar IPB: Bisa Bantu Perbaikan Data Pertanian

Rilis
Demi Mobil Listrik, Luhut Resmikan Smelter Nikel Senilai Rp 14 Triliun di Pulau Obi

Demi Mobil Listrik, Luhut Resmikan Smelter Nikel Senilai Rp 14 Triliun di Pulau Obi

Whats New
Kasus Covid Melonjak, Konvensi Luar Biasa Kadin Tak Mendapat Izin

Kasus Covid Melonjak, Konvensi Luar Biasa Kadin Tak Mendapat Izin

Whats New
Usia Perusahaan Masih Muda, DANA Belum Mau IPO

Usia Perusahaan Masih Muda, DANA Belum Mau IPO

Whats New
Lima Upaya Kemenaker Hapus Bentuk-bentuk Pekerja Anak

Lima Upaya Kemenaker Hapus Bentuk-bentuk Pekerja Anak

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X