Melantai di BEI, Envy Targetkan Dana Rp 222 Miliar

Kompas.com - 08/07/2019, 12:11 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Perusahaan penyedia jasa teknologi informasi, PT Envy Technologies Indonesia Tbk resmi menjadi perusahaan publik setelah melakukan initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Perusahaan yang tercatat dengan kode saham “ENVY” itu menunjuk penjamin pelaksana emisi efek (lead underwriter) PT Erdikha Elit Sekuritas.

Untuk IPO, perseroan menawarkan 600 juta saham dengan harga Rp 370 per saham kepada publik. Jumlah ini setara dengan 33,33 persen dari modal ditempatkan dan disetor perusahaan.

Direktur Utama Envy Mohammad Sopiyan bin Mohammad Rashdi mengatakan, dengan  nilai dan jumlah saham yang ditawarkan, maka potensi yang didapatkan perseroan dari IPO mencapai Rp 222 miliar. 

Baca juga: PSSI Ingin Klub Sepak Bola Indonesia Melantai di Pasar Modal

Berikut rencana penggunaan dana hasil IPO Envy dikurangi biaya emisi, yaitu:

1. Sebesar 31,4 persen akan digunakan Perseroan untuk kegiatan usaha Sistem lntegrasi lnformatika.

2. Sebesar 24,56 persen akan digunakan untuk kegiatan usaha Sistem Integrasi Telekomunikasi. 

3. Sebesar 2,11 persen akan digunakan untuk Penelitian dan pengembangan, diantaranya untuk Future Product Development dan Existing Product Development. 

4. Sebesar Rp. 48 miliar atau sebesar 22,84 persen akan digunakan untuk pembayaran sebagian utang Perseroan. 

5. Sisanya, sebesar 19,09 persen akan digunakan Perseroan sebagai modal kerja, antara lain gaji karyawan, sewa kantor, serta biaya-biaya umum dan administrasi. 

Dari sisi kinerja, Envy membukukan pendapatan sebesar Rp 80,35 miliar pada tahun 2018 dan mengalami kenaikan 2.424,90 persen sebesar Rp77,16 miliar dibandingkan pendapatan pada 2017 sebesar Rp3,18 miliar. Kenaikan ini terutama disumbang pendapatan perseroan dari segmen sistem integrasi informatika sebesar Rp 68,28 miliar. Selain itu, terjadi peningkatan pendapatan dari segmen sistem integrasi telekomunikasi sebesar Rp 10,27 miliar atau naik sebanyak 4.272,50 persen, setara Rp10,51 miliar hingga akhir tahun 2018.

Hingga akhir tahun ini, manajemen optimistis pendapatan bisa mencapai Rp 102,76 miliar. Laba bersih juga diproyeksikan mencapai Rp 7,27 miliar pada tahun ini.

“Strategi di tahun ini, Perseroan membidik penguatan posisi sebagai penyelenggara layanan jasa keamanan informasi digital, pengembangan eksponensial layanan big data, dan layanan digital sektor keuangan, serta penguatan posisi sebagai mitra para perusahaan,” kata Sopiyan. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Melenggang di Zona Hijau, IHSG Ditutup Menguat 0,23 Persen

Melenggang di Zona Hijau, IHSG Ditutup Menguat 0,23 Persen

Whats New
Ada Potensi Ekonomi yang Besar, Jokowi Buka Kesempatan Investasi di Terminal Kijing

Ada Potensi Ekonomi yang Besar, Jokowi Buka Kesempatan Investasi di Terminal Kijing

Whats New
Sampai Juni 2022, GasKita PGN Sudah Mengalir di 67 Kota dan Kabupaten

Sampai Juni 2022, GasKita PGN Sudah Mengalir di 67 Kota dan Kabupaten

Whats New
Pertamina Jadi Perusahaan yang Raup Pendapatan Terbesar Versi Fortune Indonesia

Pertamina Jadi Perusahaan yang Raup Pendapatan Terbesar Versi Fortune Indonesia

Whats New
Cegah Pertambangan Ilegal Meluas, Pemerintah Perlu Pendekatan Baru

Cegah Pertambangan Ilegal Meluas, Pemerintah Perlu Pendekatan Baru

Whats New
Kisah Sukses Nila, Keluar Kerja untuk Bisnis Ecoprint sampai Kolam Lele

Kisah Sukses Nila, Keluar Kerja untuk Bisnis Ecoprint sampai Kolam Lele

Smartpreneur
Logo, Tampilan, Fitur 'Shopee Pilih Lokal' Diperbarui, Ini Manfaatnya untuk Pelaku Usaha

Logo, Tampilan, Fitur "Shopee Pilih Lokal" Diperbarui, Ini Manfaatnya untuk Pelaku Usaha

Whats New
Jokowi: Saya Kaget Terminal Kijing Segede Ini...

Jokowi: Saya Kaget Terminal Kijing Segede Ini...

Whats New
Resmikan Terminal Kijing Pelabuhan Pontianak, Jokowi: Ini Terbesar di Kalimantan

Resmikan Terminal Kijing Pelabuhan Pontianak, Jokowi: Ini Terbesar di Kalimantan

Whats New
Resmi Melantai di Bursa, Saham Perusahaan Buah-Sayur Ini Langsung Naik 24,74 Persen

Resmi Melantai di Bursa, Saham Perusahaan Buah-Sayur Ini Langsung Naik 24,74 Persen

Whats New
Asosiasi Minta Kenaikan Tarif Ojek Online Perhatikan Harga BBM

Asosiasi Minta Kenaikan Tarif Ojek Online Perhatikan Harga BBM

Whats New
Alami Hambatan Saat Daftar Kartu Prakerja? Ini Cara Atasinya

Alami Hambatan Saat Daftar Kartu Prakerja? Ini Cara Atasinya

Work Smart
Soal Rusun Mangkrak Lokasi Syuting Pengabdi Setan 2, Ini Kata Kementerian PUPR

Soal Rusun Mangkrak Lokasi Syuting Pengabdi Setan 2, Ini Kata Kementerian PUPR

Whats New
Kemendag Temukan Produk Impor Baja Ilegal Senilai Rp 41,68 Miliar

Kemendag Temukan Produk Impor Baja Ilegal Senilai Rp 41,68 Miliar

Whats New
Tesla Pilih Beli Nikel Indonesia Lewat 2 Perusahaan China, Apa Keuntungan buat RI?

Tesla Pilih Beli Nikel Indonesia Lewat 2 Perusahaan China, Apa Keuntungan buat RI?

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.