Melantai di BEI, Envy Targetkan Dana Rp 222 Miliar

Kompas.com - 08/07/2019, 12:11 WIB
Suasana di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (21/5/2018). KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGSuasana di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (21/5/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Perusahaan penyedia jasa teknologi informasi, PT Envy Technologies Indonesia Tbk resmi menjadi perusahaan publik setelah melakukan initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Perusahaan yang tercatat dengan kode saham “ENVY” itu menunjuk penjamin pelaksana emisi efek (lead underwriter) PT Erdikha Elit Sekuritas.

Untuk IPO, perseroan menawarkan 600 juta saham dengan harga Rp 370 per saham kepada publik. Jumlah ini setara dengan 33,33 persen dari modal ditempatkan dan disetor perusahaan.

Direktur Utama Envy Mohammad Sopiyan bin Mohammad Rashdi mengatakan, dengan  nilai dan jumlah saham yang ditawarkan, maka potensi yang didapatkan perseroan dari IPO mencapai Rp 222 miliar. 

Baca juga: PSSI Ingin Klub Sepak Bola Indonesia Melantai di Pasar Modal

Berikut rencana penggunaan dana hasil IPO Envy dikurangi biaya emisi, yaitu:

1. Sebesar 31,4 persen akan digunakan Perseroan untuk kegiatan usaha Sistem lntegrasi lnformatika.

2. Sebesar 24,56 persen akan digunakan untuk kegiatan usaha Sistem Integrasi Telekomunikasi. 

3. Sebesar 2,11 persen akan digunakan untuk Penelitian dan pengembangan, diantaranya untuk Future Product Development dan Existing Product Development. 

4. Sebesar Rp. 48 miliar atau sebesar 22,84 persen akan digunakan untuk pembayaran sebagian utang Perseroan. 

5. Sisanya, sebesar 19,09 persen akan digunakan Perseroan sebagai modal kerja, antara lain gaji karyawan, sewa kantor, serta biaya-biaya umum dan administrasi. 

Dari sisi kinerja, Envy membukukan pendapatan sebesar Rp 80,35 miliar pada tahun 2018 dan mengalami kenaikan 2.424,90 persen sebesar Rp77,16 miliar dibandingkan pendapatan pada 2017 sebesar Rp3,18 miliar. Kenaikan ini terutama disumbang pendapatan perseroan dari segmen sistem integrasi informatika sebesar Rp 68,28 miliar. Selain itu, terjadi peningkatan pendapatan dari segmen sistem integrasi telekomunikasi sebesar Rp 10,27 miliar atau naik sebanyak 4.272,50 persen, setara Rp10,51 miliar hingga akhir tahun 2018.

Hingga akhir tahun ini, manajemen optimistis pendapatan bisa mencapai Rp 102,76 miliar. Laba bersih juga diproyeksikan mencapai Rp 7,27 miliar pada tahun ini.

“Strategi di tahun ini, Perseroan membidik penguatan posisi sebagai penyelenggara layanan jasa keamanan informasi digital, pengembangan eksponensial layanan big data, dan layanan digital sektor keuangan, serta penguatan posisi sebagai mitra para perusahaan,” kata Sopiyan. 



Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X