Alipay Gelontorkan Rp 2 T ke Tim Sepak Bola Putri China, Apa Alasannya?

Kompas.com - 09/07/2019, 06:51 WIB
Ilustrasi. ThinkstockIlustrasi.

HONG KONG, KOMPAS.com - Tim sepak bola nasional perempuan China baru saja mendapatkan suntikan dana besar-besaran dari perusahaan pembayaran digital Alipay.

Seperti dikutip dari CNN, Selasa (9/7/2019), anak perusahaan dari Alibaba tersebut menginvestasikan dana sebesar 1 miliar yuan China atau setara dengan 145 juta dollar AS  (Rp 2,04 triliun) untuk mendukung tim sepak bola perempuan CHina dalam 10 tahun mendatang.

Alipay menyatakan, investasi yang dilakukan adalah yang terbesar dalam sejarah sepak bola perempuan di China.

Alipay ingin membawa teknologi, investasi, dan sumber daya untuk lebih mendukung pengembangan sepakbola wanita di China. Dalam keterangan tertulis mereka juga dijelaskan bahwa investasi tersebut bukan bentuksponsor, sehingga tidak ada ikatan komersial.

Baca juga: Ini Keuntungan BCA Kerja Sama dengan Alipay dan Wechat Pay

Pihak Alipay pun menjelaskan dana tersebut akan digunakan untuk mendukung beberapa inisiatif termasuk peningkatan kinerja Tim Sepak Bola Nasional Wanita China, dan pengembangan pemain muda.

"Ini adalah langkah bisnis yang cerdas yang juga dapat memiliki manfaat sosial positif," kata Duncan Clark, penulis "Alibaba: The House That Jack Ma Built."

"Sepak bola pria di China penuh dengan kesalahan manajemen, korupsi, dan sulit untuk menghindari warisan itu. Sepak bola perempuan menawarkan janji akan sesuatu yang lebih baik," katanya.

Investasi oleh Alipay kepada tim sepak bola wanita China dilakukan ketika ketika Tim Nasional Wanita AS, yang meraih kemenangan keempat pada hari Minggu di Piala Dunia, kembali mendorong isu perbedaan upah antara atlet laki-laki dengan perempuan. Tim telah menuntut ganti rugi yang sama dan meminta lebih banyak investasi dalam olahraga secara global.

Sebagai informasi untuk Piala Dunia 2018 putra mencapai 400 juta dollar AS, sementara pemain wanita hanya akan menerima 30 juta dollar AS tahun ini.

Presiden FIFA Gianni Infantino mengatakan, organisasi itu akan menggandakan dana untuk Piala Dunia wanita berikutnya pada 2023. Namun bintang USWNT Megan Rapinoe mengatakan hal itu tidak cukup.

Rapinoe, yang mencetak satu dari dua gol di final, mengecam FIFA selama konferensi pers akhir pekan lalu, dengan mengatakan mereka tidak menghormati atlet wanita seperti halnya rekan-rekan pria mereka.

"Itu tentu tidak adil," katanya.

Di sisi lain, China kini tengah berupaya membangun kekuatan olahraga mereka. Pemerintah China pada tahun 2016 meluncurkan rencana untuk mengubah negara menjadi negara sepak bola pada tahun 2050, berinvestasi dalam ribuan program pelatihan dan lapangan sepak bola yang ditujukan untuk permainan pria dan wanita.

Tim nasional wanita China pernah menjadi kekuatan yang harus diperhitungkan, lantaran berhasil menembus babak final Piala Dunia 1999 di mana ia kalah dari Amerika Serikat. Namun prestasi tersebut telah merosot ke peringkat ke-16 di peringkat global, dan tersingkir sebelum perempat final turnamen tahun ini.

Alipay berharap untuk mengubahnya. Perusahaan ingin menjadi pendukung terkuat untuk sepak bola wanita China.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber CNN
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.