Potensi Default, Kawasan Industri Jababeka Kena Suspend BEI

Kompas.com - 09/07/2019, 12:44 WIB
Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna. AMBARANIE NADIA KEMALADirektur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bursa Efek Indonesia ( BEI) mengenakan penghentian sementara atau suspend terhadap perdagangan saham PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) yang berpotensi default.

Suspensi merujuk pada surat Penghentian Sementara Perdagangan Efek PT Kawasan Industri Jababeka dengan nomor surat Peng-SPT-00009/BEI.PP3/07-2019 yang diterbitkan BEI.

Diketahui, perusahaan tersebut dianggap memiliki potensi lalai akibat dari pengubahan susunan anggota direksi dan anggota dewan komisaris dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tanggal 26 Juni 2019. Imbasnya, perseroan berisiko gagal bayar atas notes atau surat utang yang diterbitkan anak perusahaannya, Jababeka International BV.

Baca juga: Kawasan Industri Jababeka Berpotensi Default, BEI Minta Klarifikasi Direksi

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan, suspensi dilakukan sejak Senin (8/7/2019).

"Dengan protokol yang kita punya, kita kemarin melakukan penghentian sementara," ujar Nyoman di gedung BEI, Jakarta, Selasa (9/7/2019).

Nyoman mengatakan, pihaknya telah memanggil direksi KIJA untuk memberikan klarifikasi mengenai informasi yang beredar. BEI ingin mendengar langsung penjelasan perseroan sejauh mana masalah yang terjadi.

Direksi KIJA dijadwalkan hadir di BEI untuk memberikan keterangan hari ini.

"Hari ini kita akan hearing. Saya panggil direksi perseroan untuk bisa menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi," kata Nyoman.

Baca juga: Jababeka Terancam Default, Apa Penyebabnya?

Sebelumnya diberitakan, akibat perubahan komposisi pengendali pemegang saham, Jababeka Internasional wajib memberikan penawaran pembelian kepada para pemegang notes dengan harga pembelian sebesar 101 persen dari nilai pokok notes sebesar 300 juta dollar AS ditambah kewajiban bunga.

"Dalam hal perseroan tidak mampu melaksanakan penawaran pembelian, maka perseroan/Jababeka International BV akan berada dalam keadaan lalai atau default," ungkap Jababeka dalam keterbukaan informasi di BEI.

Halaman:


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X