Kompas.com - 09/07/2019, 13:45 WIB
Ilustrasi migas SHUTTERSTOCKIlustrasi migas

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama PT Pertamina (persero) Nicke Widyawati melapor ke Menteri ESDM Ignasius Jonan soal adanya penurunan impor minyak dan gas pada 2019 ini.

Laporan Nicke ke Jonan ini menyusul adanya teguran dari Presiden Joko Widodo soal tingginya impor migas saat sidang kabinet paripurna yang digelar di Istana Bogor, Senin (8/7/2019) lalu.

Berdasarkan laporan Nicke ke Jonan, pada periode Januari-Mei 2019, total impor crude, product, dan LPG mengalami penurunan sebanyak 24 persen ketimbang periode yang sama pada tahun lalu. Di 2019 ini, total impor crude alias minyak mentah, product, dan LPG sebesar 7,3 miliar dollar AS. Sedangkan di 2018 lalu sebesar 9,6 miliar dollar AS.

Baca juga: Ditegur Jokowi karena Impor Migas, Ini Kata Rini Soemarno

Jika dirincikan, impor crude pada periode Januari-Mei 2019 sebesar 2,2 miliar dollar AS atau turun 49 persen. Sedangkan pada periode yang sama pada tahun lalu impor crude mencapai 4,3 miliar dollar AS.

Selanjutnya, untuk produk gasoline, avgas, avtur dan gasoil realisasi impornya pada tahun ini sebesar 3,9 miliar dollar AS. Angka tersebut turun 6 persen dibanding tahun lalu yang mencapai 4,2 miliar dollar AS.

Sedangkan untuk LPG, jumlah impornya naik 7 persen dibanding tahun lalu. Tahun ini, jumlah impor LPG sebesar 1,2 miliar dollar AS dan tahun lalu hanya 1,1 miliar dollar AS.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Total overall crude, product dan LPG, trun 24 persen,” ujar Nicke dalam laporannya kepada Jonan, Selasa (9/7/2019).

Baca juga: Impor Migas Sumbang Penyebab Terbesar Defisit Neraca Perdagangan

Nicke menjelaskan, penurunan impor migas ini karena optimalisasi pruduksi kilang. Selain itu, pengelolaan distribusi disebut lebih efektif, sehingga pihaknya bekerja di level stok yang paling optimal dengan tetap aman di operasional.

Dan selanjutnya juga disebabkan karena digitalisasi 1.100 SPBU.

“Issue kelangkaan jauh berkurang. Dan jika terjadi kelangkaan maka langsung dilakukan Operasi Pasar dengan SLA maksimum 1 hari,” kata Nicke.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.