Fintech Punya Potensi Besar untuk Modali Jutaan UMKM Indonesia

Kompas.com - 09/07/2019, 17:40 WIB
Ilustrasi fintech www.thinkstockphotos.comIlustrasi fintech

JAKARTA, KOMPAS.com - Peran financial technology atau Fintech di Indonesia perlu untuk digenjot. Sebab layanan keuangan digital itu memiliki potensi yang segunung.

Director Financial Services & BUMN Bappenas Muhammad Cholifihani mengatakan, permodalan memang menjadi salah satu tantangan besar bagi UMKM untuk berkembang.

"Total UMKM kita itu lebih dari 63 juta," ujarnya dalam acara seminar Aftech & UNCDF di Jakarta, Selasa (9/7/2019).

Menurut Cholifihani, baru 30 persen pelaku UMKM yang sudah mendapatkan akses pembiayaan. Terdiri dari pembiayaan bank 76,1 persen dan non bank 23,9 persen.

Sementara itu 70 persen UMKM belum mendapatkan akses pembiayaan dari bank maupun lembaga non-bank.

Adapun penyaluran pembiayaan bank kepada UMKM kata Cholifihani, biasanya hanya 20 persen dari total pembiayaannya setahun. Risiko kredit menjadi faktor pertimbangan.

Di tengah kondisi itu, menurut dia, Fintech punya peran sangat besar untuk masuk dan menjangkau 70 persen UMKM yang belum terakses pembiayaan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ini bukan hambatan, tetapi peluang dan tantangan. Peluang Fintech sangat besar," kata dia.

Sampai dengan 31 Mei 2019, total jumlah penyelenggara fintech yang telah terdaftar dan berizin di Otoritas Jasa Keuangan sebanyak 113 perusahaan.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.