"Peer-to-Peer Lending" Bisa Jadi Investasi Menjanjikan Bagi "First Jobber"

Kompas.com - 10/07/2019, 05:49 WIB
Ilustrasi fintech www.thinkstockphotos.comIlustrasi fintech

Secara karakteristik, produk ini memiliki risiko yang rendah karena mengacu pada invoice resmi yang dikeluarkan oleh perusahaan blue chip, sehingga kepastian penggunaan dana serta pembayarannya jelas.

Dima menambahkan, pendana di ALAMI akan mendapat ujrah atau imbal hasil atas jasa yang mereka berikan kepada UKM.

Potensi ujrah yang dapat diraih rata-rata sebesar 14-16 persen untuk setiap tagihan, sesuai dengan profil risiko UKM dari hasil credit scoring.

Sementara itu, imbal asil di Deposito sekitar 5-7 persen pertahun. Dibandingkan dengan return instrumen reksadana pertahun, potensi keuntungan keduanya bersifat kompetitif.

"Namun, pembiayaan peer-to-peer financing syariah lebih unggul dari segi kepastian karena return investasi reksadana yang fluktuatif dipengaruhi oleh kinerja pasar," kata Dima.

Halaman:


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X