Indonesia Ingin Belajar dari Brazil Soal Pemindahan Ibu Kota

Kompas.com - 10/07/2019, 11:43 WIB
Menteri PPN/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Bambang P.S. Brodjonegoro saat wawancara di Kantor Bappenas, Jakarta Pusat, Kamis (13/6/2019). KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOMenteri PPN/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Bambang P.S. Brodjonegoro saat wawancara di Kantor Bappenas, Jakarta Pusat, Kamis (13/6/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Indonesia ingin belajar dari Brazil terkait pemindahan Ibu Kota negara. Sebab, Brazil telah melakukan hal tersebut sejak tahun 1950an.

Saat itu Brazil memindahkan pusat pemerintahannya dari Rio De Jainero ke Brazilia.

Menurut Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan, banyak persamaan antara Brazil dengan Indonesia. Atas dasar itu Indonesia perlu belajar dengan Brazil terkait pemindahan ibu kota.

"Brazil negara yang punya banyak kesamaan denga kita (Indonesia) meskipun jauh wilayahnya. kita juga sama-sama negara G 20, juga secara ekonomi kita sama-sama negera berkembangg dan berpotensi nantinya masuk top 10 negara dengan PDB terbesar," ujar Bambang di Jakarta, Rabu (10/7/2019).

Bambang menambahkan, kesamaan lainnya antara Indonesia dengan Brazil yakni pusat pemerintahan dan pusat perekonomian bertumpu hanya di satu kota.

Jika di Indonesia pusat perekonomiannya bertumpu di Jakarta, saat itu Brazil juga pusat perekonomiannya terpusat di Rio De Jainero. Namun, setelah melihat adanya ketimpangan antar wilayah Brazil memutuskan memindahkan pusat pemerintahannya ke wilayah lain.

Menurut Bambang, ide Brazil melakukan pemindahan ibu kota untuk melakukan pemerataan sama dengan Indonesia.

"Ketika Sao Poalo dan Rio Dr Jainero tumbuh, wilayah lainnya seperti di dekat Amazon tidak. Akhirnya di pindah ke dekat Amazon untuk melakukn pemerataan. Idenya mirip," kata Bambang.

Bambang pun Indonesia bisa mengikuti jejak Brazil dalam hal pemerataan pembangunan. Sehingga, nantinya pusat perekonomian tak hanya bertumpu di Pulau Jawa.

"Alasan ketimpangan ekonomi ini yang perlu kita hadapi. Memang tidak bisa instan, tapi minimal bisa dikurangi (ketimpangan ekonomi)," ucap dia.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X