Ibu Kota Baru akan Dibangun dengan Konsep "Green City"

Kompas.com - 10/07/2019, 13:12 WIB
Ilustrasi: hutan kota di Cijantung, Jakarta Timur, Kamis (17/1/2019) KOMPAS.com/Ryana AryaditaIlustrasi: hutan kota di Cijantung, Jakarta Timur, Kamis (17/1/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengungkapkan, ibu kota baru akan dibangun dengan konsep ramah lingkungan. Sebab, pemerintah ingin calon ibu kota baru itu nyaman ditempati oleh para penghuninya.

“Nanti di ibu kota baru dibangun dengan konsep green city. Kalimantan yang lebih dekat dengan forest city dan energinya harus terbarukan, clean dan renewable energy,” ujar Bambang di Jakarta, Rabu (10/7/2019).

Pemerintah menginginkan ibu kota baru Indonesia dibangun dengan konsep yang matang. Misalnya, di lokasi tersebut nantinya masyarakat memasak tak menggunakan tabung has LPG 3 kilogram lagi.

“Di ibu kota baru tidak ada lagi LPG. orang nanti masak dengan jaringan gas kota yang dibangunlebih awal. Tidak seperti saat ini banyak yang bergantung dengan LPG karena tidak ada jaringan gas kota,” kata Bambang.

Baca: Pemindahan Ibu Kota Tanpa Utang Khusus

Selain itu, lanjut Bambang, pembangunan saluran air untuk masyarakat harus tertata rapih. Sehingga tak mengakibatkan kerusakan lingkungan seperti di daerah lainnya.

“Tidak ada rumah dengan sumur lagi. Tiap tempat tinggal langsung terconnect dengan jaringan dari PDAM, sehingga water supply tidak jadi masalah dan masyarakat bisa menikmati air berkualitas tanpa merusak lingkungan,” ucap dia.

Saat ini terdapat dua lokasi yang menjadi kandidat kuat ibukota baru, yaitu di kawasan Bukit Soeharto, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur serta Kabupaten Gunung Mas di Kalimantan Tengah.

Pada tahap awal, ibu kota baru akan bisa menampung 1,5 juta penduduk. Perhitungan tersebut sudah termasuk perkiraan jumlah PNS pusat, pegawai legislatif, yudikatif, legislatif yang diperkirakan sebanyak 200.000 jiwa. Sementara untuk aparat Polri dan TNI sekitar 25.000 jiwa.

Setidaknya, untuk membangun ibukota baru yang rencananya akan seluas 40.000 hektar, pemerintah memerlukan dana hingga 33 miliar dollar AS atau Rp 446 triliun.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X