KILAS

Dukung Efisiensi Bahan Bakar, PGN Perluas Aliran Gas Bumi ke Majalengka

Kompas.com - 10/07/2019, 17:05 WIB
PGN melakukan pengaliran gas (gas in) ke CV Salsabila di Majalengka, Cirebon, Jawa Barat setelah menandatatangani Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) dengan volume pemakaian gas bumi 114.000 - 132.000 meter kubik per bulan dengan jangka waktu selama 4 tahun.  Dok. Humas PGNPGN melakukan pengaliran gas (gas in) ke CV Salsabila di Majalengka, Cirebon, Jawa Barat setelah menandatatangani Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) dengan volume pemakaian gas bumi 114.000 - 132.000 meter kubik per bulan dengan jangka waktu selama 4 tahun.

KOMPAS.com - Saat ini gas bumi masih menjadi sumber energi alternatif yang dapat mendorong daya saing dalam negeri. Apalagi, kini industri dituntut untuk semakin efisien dalam penggunaan bahan bakar.

Menurut Sekretaris PT Perusahaan Gas Negara Tbk ( PGN) Rachmat Hutama, gas bumi merupakan saah satu energi yang efisien, paling bersih, dan aman digunakan dibandingkan bahan bakar fosil lainnya.

Untuk mendukung efisiensi penggunaan bahan bakar serta meningkatkan pemanfaatan produksi gas nasional, PGN terus membangun infrastruktur gas bumi nasional. Hal ini dibuktikan dengan infrastruktur pipa gas PGN yang bertambah sepanjang lebih dari 2.456 km pada 2018.

Saat ini, total panjang pipa gas PGN mencapai lebih dari 9.909 km atau setara dengan 95 persen dari jaringan pipa gas bumi hilir nasional.

Baca jugaPGN Terima Tambahan Pasokan Gas Bumi dari Jambi Merang

Dari infrastruktur tersebut, PGN telah menyalurkan gas bumi ke 1.739 pelanggan industri manufaktur dan pembangkit listrik, 1.984 pelanggan komersial (hotel, restoran, rumah sakit) dan Usaha Kecil Menengah (UKM), serta 177.710 pelanggan rumah tangga yang dibangun dengan investasi PGN.

Pelanggannya sudah tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Mulai dari Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Riau, Sumatera Selatan, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Utara, Sorong, hingga Papua Barat.

Penyaluran ke industri pengolahan kapur

Baru-baru ini PGN kembali memperluas jangkauan aliran gas mereka ke kawasan Majalengka, Cirebon, Jawa Barat. PGN melakukan pengaliran gas (gas in) ke CV Salsabila, yang mengolah batu gunung menjadi kapur.

"Ini merupakan sebuah terobosan karena CV Salsabila menjadi satu-satunya industri kapur di Indonesia yang menggunakan gas bumi untuk pembakaran kapurnya," kata Sales Area Head PGN Cirebon Makmuri.

Bahan bakar gas bumi dibutuhkan untuk membantu proses pembakaran batu gunung menjadi kapur. Kemudian hasilnya dapat digunakan sebagai campuran bata ringan, pengolahan limbah industri, serta kebutuhan industri lainnya.

CV Salsabila menjadi pelanggan baru PGN di Area Penjualan Cirebon setelah menandatatangani Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG). Mereka akan mendapatkan gas bumi dengan volume 114.000 - 132.000 meter kubik per bulan dengan jangka waktu 4 tahun.

Baca jugaDi UGM, Dirut PGN Bicara Pentingnya Pemanfaatan Gas Bumi 

"Periode penyaluran mulai dari gas in (Juli 2019) hingga 31 Maret 2023," kata Makmuri dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (10/9/2019).

Makmuri menjelaskan, efisiensi yang akan diperoleh CV Salsabila setelah menggunakan gas bumi memang tidak dapat diukur secara kuantitatif. Namun, mereka bisa mendapatkan banyak keuntungan lain.

"Contohnya, citra dan kualitas yang lebih baik di mata pelanggannya. Sebab, dengan menggunakan gas bumi, kualitas hasil pembakaran kapurnya menjadi lebih matang dan sempurna," pungkasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Merasa Tidak Bersalah, Antam Bakal Lawan Balik Gugatan 1,1 Ton Emas

Merasa Tidak Bersalah, Antam Bakal Lawan Balik Gugatan 1,1 Ton Emas

Whats New
Airlangga: Selain Vaksinasi, Donor Konvalesen Bisa Bantu Pasien Covid-19

Airlangga: Selain Vaksinasi, Donor Konvalesen Bisa Bantu Pasien Covid-19

Whats New
Kata Pertamina, Ini Kelebihan dari Digitalisasi SPBU

Kata Pertamina, Ini Kelebihan dari Digitalisasi SPBU

Whats New
Pemerintah Dorong Gasifikasi Batu Bara Melalui Berbagai Regulasi

Pemerintah Dorong Gasifikasi Batu Bara Melalui Berbagai Regulasi

Whats New
Realisasi Wajib Tanam Bawang Putih 2020 Baru 30 Persen

Realisasi Wajib Tanam Bawang Putih 2020 Baru 30 Persen

Whats New
Cadangan Minyak Terus Menipis, ini Langkah yang Dilakukan Pemerintah

Cadangan Minyak Terus Menipis, ini Langkah yang Dilakukan Pemerintah

Whats New
Banyak Saham Auto Reject Bawah, Netizen Salahkan Sekuritas Lakukan 'Forced Sell'

Banyak Saham Auto Reject Bawah, Netizen Salahkan Sekuritas Lakukan "Forced Sell"

Whats New
Sri Mulyani Peringatkan Masalah Vaksin Bisa Jadi Krisis Moral Dunia

Sri Mulyani Peringatkan Masalah Vaksin Bisa Jadi Krisis Moral Dunia

Whats New
Ada Penggeledahan Kejagung Terkait Dugaan Korupsi, BPJS Ketenagakerjaan Tetap Beroperasi Normal

Ada Penggeledahan Kejagung Terkait Dugaan Korupsi, BPJS Ketenagakerjaan Tetap Beroperasi Normal

Whats New
Kemenkop UKM dan Kemenparekraf Berkolaborasi untuk Kembangkan 5 Destinasi Super-Prioritas

Kemenkop UKM dan Kemenparekraf Berkolaborasi untuk Kembangkan 5 Destinasi Super-Prioritas

Rilis
Airlangga: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2021 Akan Lebih Rendah dari Tahun lalu

Airlangga: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2021 Akan Lebih Rendah dari Tahun lalu

Whats New
Viral Video Pengiriman Paket Berisikan Ular Hidup, Ini Tanggapan Perusahaan Logistik

Viral Video Pengiriman Paket Berisikan Ular Hidup, Ini Tanggapan Perusahaan Logistik

Whats New
Ini Waktu yang Dipilih Masyarakat untuk Menjual Mobilnya

Ini Waktu yang Dipilih Masyarakat untuk Menjual Mobilnya

Spend Smart
KSPI: Turunnya Jumlah Peserta BPJS Ketenagakerjaan Bukti Ledakan PHK Gelombang Kedua

KSPI: Turunnya Jumlah Peserta BPJS Ketenagakerjaan Bukti Ledakan PHK Gelombang Kedua

Rilis
Waktunya Pemerintah dan Swasta Bersatu Tanggulangi Dampak Pandemi Covid-19

Waktunya Pemerintah dan Swasta Bersatu Tanggulangi Dampak Pandemi Covid-19

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X