Gugatan ke Tasaku, Serangan Terhadap Laku Pandai?

Kompas.com - 10/07/2019, 17:12 WIB
Sidang gugatan Hak cipta yang diajukan Bambang Widodo dan Endang Trido atas program Tasaku milik Sahabat Sampoerna (BSS) di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Rabu (10/7/2019). KOMPAS.com/MURTI ALI LINGGASidang gugatan Hak cipta yang diajukan Bambang Widodo dan Endang Trido atas program Tasaku milik Sahabat Sampoerna (BSS) di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Rabu (10/7/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kuasa Hukum Bank Sahabat Sampoerna (BSS) Tubagus Dally menganggap gugatan yang dilayangkan Bambang Widodo dan Endang Trido atas program Tasaku menjadi serangan atas pelaksanaan Laku Pandai yang digalakkan pemerintah.

BSS digugat atas pelanggaran Hak Cipta ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat beberapa waktu lalu.

Laku Pandai sendiri merupakan Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan InkIusif yang diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 19/POJK.03/2014.

"Secara tidak langsung, dengan adanya gugatan ke Pengadilan terhadap Hak Kekayaan lntelektual dari Tabungan Saku yang diluncurkan Bank Sahabat Sampoerna dan Alfamart Group, merupakan serangan terhadap program Laku Pandai yang merupakan program pemerintah Indonesia," kata Tubagus di Jakarta, Rabu (10/7/2019).

Baca juga: Terkait Hak Cipta, Alfamart Digugat Rp 15 Miliar

Tubagus menjelaskan, program BBS berupa Tasaku ini dibuat berdasarkan aturan yang dikeluarkan OJK. Dalam POJK Nomor 19/POJK.03/2014 itu sudah jelas regulasinya.

Tasaku merupakan tabungan berbentuk basic saving account yang merupakan hasil kerja sama antara Bank Sampoerna dan Alfamart serta Alfamidi. "Konsepnya sudah jelas di sana," tuturnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Karena itu, Tubagus meyakin kliennya tidak melanggar apa pun dalam perkara ini seperti yang disangkakan kuasa penggugat, yakni melanggar hak cipta.

Dalam menjalankan Tasaku ini BSS sudah memiliki empat izin yang dikeluarkan Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) di Kementerian  Hukum dan HAM (Kemenkumham) serta POJK tentang Lalu Pandai.

"Kita jelas meyakini tidak melanggar apapun. Karena kita dibawah (aturan) OJK, jadi kita harus mematuhi setiap aturannya," terangnya.

Baca juga: Ragam Saingan BPR, Fintech hingga KUR dan Laku Pandai

Sementara itu, Kepala Corporate Communications & Investor Relations Bank Sampoerna, Ridy Sudarma menyampaikan, lewat Laku Pandai program ini mengalami perkembangan pesat dengan jangkauan yang semakin luas. Ini setelah aturannya dikeluarkan OJK pada 2014 lalu.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X