Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rhenald Kasali
Guru Besar Manajemen

Akademisi dan praktisi bisnis yang juga guru besar bidang Ilmu manajemen di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Sejumlah buku telah dituliskannya antara lain Sembilan Fenomena Bisnis (1997), Change! (2005), Recode Your Change DNA (2007), Disruptions, Tommorow Is Today, Self Disruption dan The Great Shifting. Atas buku-buku yang ditulisnya, Rhenald Kasali mendapat penghargaan Writer of The Year 2018 dari Ikapi

Garuda Indonesia dan Anak-anak Muda Melawan Logika Bisnis Lama

Kompas.com - 11/07/2019, 09:58 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Heboh tentang Garuda yang sedang menghadapi gempuran opini agar kerja samanya dengan start-up Mahata dibatalkan, membuat saya senyum-senyum sendiri.

Go-jek dan hampir semua super-Apps lainnya termasuk Google, Grab, Traveloka, Tokopedia sedang cash rich. Punya banyak uang. Di sana berkumpul orang-orang progresif, yang tahu bagaimana memanjakan penumpang dan tahu uangnya ada di mana. Mereka tidak se-rigid orang-orang lama yang sok tahu.

Go-jek membutuhkan 4 tahun untuk mendapatkan lebih dari 100 juta partisipan yang mengunduh apps-nya dan menjadikan dirinya super-apps.

Susahnya Meyakinkan Orang-orang Lama

Namun yang menjadi catatan saya, memang paling sulit meyakinkan bisnis cara baru pada orang-orang tua yang pernah sukses dengan cara lama. Padahal cara lama itu sudah obsolete digerus teknologi dan data. Tetapi mereka selalu merasa paling benar.

Contohnya terkait Garuda Indonesia dan laporan keuangannya  terkait kerja sama dengan sebuah startup penyedia layanan internet, Mahata. Belakangan  kerja sama itu dipermasalahkan sebagai buntut dari ribut-ribut laporan keuangan maskapai ini.

Dan celakanya, orang-orang yang selama ini mempermasalahkan Mahata dan laporan keuangan Garuda, jika  diberitahu, mereka cepat sekali naik pitam dan ingin cepat-cepat bilang fraud-lah, salah lah, tidak boleh, batalkan, tidak ada duit lah, modalnya terlalu kecil, dan seterusnya.

Namun coba, jika start up itu ditawarkan ke superApps seperti Google, Gojek, atau Traveloka, saya kok yakin mereka akan dengan cepat menerimanya. Anak-anak muda itulah yang tahu bagaimana cara menciptakan value pada airlines plat merah milik BUMN itu. Caranya riil, bukan "digoreng-goreng" sahamnya seperti yang dilakukan orang-orang yang berbisnis dengan logika lama.

Ini adalah era MO, pakai tagar menjadi #MO. Artinya orang pakai tagar dengan tujuan mobilisasi dan orkestrasi. Sebab di era baru, #MO membuat bisnis harus hidup dari cara mobilisasi dan orkestrasi ekosistem pakai data.

Era #MO itu peradaban entrepreneurship anak-anak muda yang berbasis teknologi. Untuk membuat dampak besar dan ekonomi heboh tak perlu modal besar karena peradaban ini didukung oleh 6 pilar: Artificial Intelligence, Big Data, Super Apps, Broadband Network, Internet of Things dan Cloud Computing.

Mereka dapat duit dengan mengorkestrasi ekosistem, bukan menguasai aset yang besar seorang diri.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tim Likuidasi Wanaartha Life Tunjuk Dua Nasabah Jadi Tim Observer

Tim Likuidasi Wanaartha Life Tunjuk Dua Nasabah Jadi Tim Observer

Whats New
IHSG Kembali Ditutup Menguat, ARTO, GOTO, dan BUKA Melesat

IHSG Kembali Ditutup Menguat, ARTO, GOTO, dan BUKA Melesat

Whats New
Dekati Panen Raya, Bulog Pastikan Beras Impor Masuk 15 Februari

Dekati Panen Raya, Bulog Pastikan Beras Impor Masuk 15 Februari

Whats New
Mendag Zulhas: Sebelum Juni 2023 RI Bakal Punya Bursa Kripto

Mendag Zulhas: Sebelum Juni 2023 RI Bakal Punya Bursa Kripto

Whats New
Peserta Lolos PPPK Guru Wajib Isi Daftar Riwayat Hidup, Ini Caranya

Peserta Lolos PPPK Guru Wajib Isi Daftar Riwayat Hidup, Ini Caranya

Whats New
Kondisi Food Estate di Kalteng, Periset BRIN: Mengubah Lahan Rawa Jadi Produktif Tidak Mudah

Kondisi Food Estate di Kalteng, Periset BRIN: Mengubah Lahan Rawa Jadi Produktif Tidak Mudah

Rilis
Satgas Waspada Investasi Temukan 50 Pinjol Ilegal pada Januari 2023

Satgas Waspada Investasi Temukan 50 Pinjol Ilegal pada Januari 2023

Whats New
Usai Impor, Bulog Ditugaskan Serap 2,4 Juta Ton Beras di 2023

Usai Impor, Bulog Ditugaskan Serap 2,4 Juta Ton Beras di 2023

Whats New
Kinerja IHSG Januari 2023 Negatif, BEI: Banyak Investor yang Ambil Untung

Kinerja IHSG Januari 2023 Negatif, BEI: Banyak Investor yang Ambil Untung

Whats New
Satgas Waspada Investasi Temukan 10 Investasi Ilegal , dari Kripto sampai Penyelenggaraan Haji dan Umrah

Satgas Waspada Investasi Temukan 10 Investasi Ilegal , dari Kripto sampai Penyelenggaraan Haji dan Umrah

Whats New
Erick Thohir Ungkap Rencana Pemerintah Pangkas Jumlah Bandara Internasional Jadi Tinggal 15

Erick Thohir Ungkap Rencana Pemerintah Pangkas Jumlah Bandara Internasional Jadi Tinggal 15

Whats New
Bahlil ke Investor: IKN Ini Barang Bagus, Ibarat Wanita Kampung yang Cantik Belum Dipoles

Bahlil ke Investor: IKN Ini Barang Bagus, Ibarat Wanita Kampung yang Cantik Belum Dipoles

Whats New
Bulog: Lebih dari 300.000 Ton Beras Impor Sudah Masuk RI, Sisanya Masih di Lautan

Bulog: Lebih dari 300.000 Ton Beras Impor Sudah Masuk RI, Sisanya Masih di Lautan

Whats New
Pastikan Ketersediaan BBM bagi Nelayan, Menteri KKP Gandeng Erick Thohir

Pastikan Ketersediaan BBM bagi Nelayan, Menteri KKP Gandeng Erick Thohir

Whats New
Lelang SUN Diserbu Investor, Penawaran Capai Rp 67 Triliun

Lelang SUN Diserbu Investor, Penawaran Capai Rp 67 Triliun

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+