Garuda Indonesia dan Anak-anak Muda Melawan Logika Bisnis Lama

Kompas.com - 11/07/2019, 09:58 WIB
Ilustrasi startup Thinkstockphotos.comIlustrasi startup

Kata kuncinya kolaborasi, sehingga asetnya light. Ini berbeda dengan bisnis orang-orang tua yang heavy asset dan tampak gede di model akunting konvensional.

Tidak Cengeng dan Tak Mudah Menyalahkan

Ini pula yang menjadi biang keributan akuntansi. Makanya di New York Stock Exchange, orang-orang sedang ramai membincangkan buku dari guru besar akuntansi senior dari Stern, Baruch Lev: The End of Accounting.

Masalahnya, standar akuntansi yang kita kenal belum mampu meng-capture “nilai” yang diciptakan oleh startup yang disebut sebagai network effect value. Ini persis sama dengan ramainya perdebatan tentang intangible yang didebatkan boleh atau tidak dihitung dalam perolehan aset 30 tahun lalu.

Perusahaan-perusahaan lama itu tak ada network effect value-nya karena produknya stand-alone. Ini persis seperti kita membandingkan Nokia dengan Iphone atau Adidas dengan Nike, atau ITB dengan Harvard/Tedx.

Dari produk-produk yang saya sebut di atas itu, yang satu cuma jual produk atau jasa. Nokia dapat duit dari gadget belaka. Dia standalone. Sementara Iphone dapat duit dari gadget plus dari App store yang punya jejaring dan data capture-nya. Begitulah cara kerja startup.

Demikian juga antara Adidas dan Nike. Adidas cuma jual sepatu. Nike jual sepatu plus fitness wearables yang memberikan data dan business opportunity baru dari data. Menjadikan sepatu bagian dari bisnis wellness dan sekaligus membongkar model bisnis industri farmasi.

Pun dengan ITB dan UI yang hanya kasih kuliah untuk mahasiswa yang terdaftar dan diterima. Harvard dan TED X kasih bahan-bahan gratis yang mendatangkan data dan bisnis-bisnis baru.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tentu masih banyak contoh lainnya. Saya bisa sebutkan mulai dari NASA, GE, Kalbe, Halodoc, Prudential, sampai bisnis-bisnis anak muda seperti Wahyoo, Reblood, dan Cari Ustadz. Semua hidup dan menghidupkan ekosistem. Bedanya, mereka tidak cengeng atau saling menyalahkan.

Makanya di era #MO ini, perlu cara-cara baru untuk memanjakan pelanggan. Dalam bisnis airlines juga demikian. Sudah bukan jamannya lagi membebani pelanggan agar mereka bisa mengakses layanan lebih seperti halnya Internet. Dengan menggandeng startup, maka layanan bisa menjadi lebih murah dan penumpang happy. Maskapai pun juga meraih pendapatan tambahan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apa Itu Kode Referral yang Sering Dipakai untuk Promosi?

Apa Itu Kode Referral yang Sering Dipakai untuk Promosi?

Earn Smart
Pertamina Distribusikan 1.335 Ton Oksigen ke 206 Rumah Sakit

Pertamina Distribusikan 1.335 Ton Oksigen ke 206 Rumah Sakit

Whats New
[TREN LOVE KOMPASIANA] 'Deep Talk' dengan Pasangan | Mengatasi Hubungan Beda Kota hingga Negara

[TREN LOVE KOMPASIANA] "Deep Talk" dengan Pasangan | Mengatasi Hubungan Beda Kota hingga Negara

Rilis
Bambang Brodjonegoro Diangkat Jadi Presiden Komisaris Oligo Infrastruktur

Bambang Brodjonegoro Diangkat Jadi Presiden Komisaris Oligo Infrastruktur

Whats New
Harga Cabai Rawit-Rokok Naik Tipis, BI Prediksi Inflasi Pekan Keempat Juli 0,01 Persen

Harga Cabai Rawit-Rokok Naik Tipis, BI Prediksi Inflasi Pekan Keempat Juli 0,01 Persen

Whats New
Berlaku Besok, Ini Jadwal Terbaru Operasional MRT Jakarta Selama PPKM

Berlaku Besok, Ini Jadwal Terbaru Operasional MRT Jakarta Selama PPKM

Rilis
Indonesia Bikin Laptop Merah Putih, Berapa Besar Kandungan Lokalnya?

Indonesia Bikin Laptop Merah Putih, Berapa Besar Kandungan Lokalnya?

Whats New
Pemerintah Berencana Ganti PPnBM dengan PPN, Apa Bedanya?

Pemerintah Berencana Ganti PPnBM dengan PPN, Apa Bedanya?

Whats New
Sandiaga Uno: Masyarakat Jangan Pilih-pilih Vaksin

Sandiaga Uno: Masyarakat Jangan Pilih-pilih Vaksin

Whats New
BFI Finance Bukukan Laba Bersih Rp 487,4 Miliar Sepanjang Semester I 2021

BFI Finance Bukukan Laba Bersih Rp 487,4 Miliar Sepanjang Semester I 2021

Rilis
Logonya Muncul di Poster Demo Jokowi End Game, Ini Penjelasan ShopeeFood

Logonya Muncul di Poster Demo Jokowi End Game, Ini Penjelasan ShopeeFood

Whats New
[TREN FOODIE KOMPASIANA] Resep Mengolah Daging Kurban: Tengkleng Jeroan dan Roulade | Resep Banana Chocolate Chip Cookies

[TREN FOODIE KOMPASIANA] Resep Mengolah Daging Kurban: Tengkleng Jeroan dan Roulade | Resep Banana Chocolate Chip Cookies

Rilis
Subholding Gas Salurkan Bantuan 50 Tabung Oksigen ke RS UGM Yogyakarta

Subholding Gas Salurkan Bantuan 50 Tabung Oksigen ke RS UGM Yogyakarta

Rilis
Kemenparekraf Gelar Vaksinasi Tanpa Surat Domisili, Ini Jadwal dan Lokasinya

Kemenparekraf Gelar Vaksinasi Tanpa Surat Domisili, Ini Jadwal dan Lokasinya

Whats New
Dukung Pengembangan SDM, ANJ Jalankan Program PAUD dan TK di Papua Barat

Dukung Pengembangan SDM, ANJ Jalankan Program PAUD dan TK di Papua Barat

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X