Nilai Kupon SBR Kian Mengecil, Apa Sebabnya?

Kompas.com - 11/07/2019, 15:40 WIB
Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu, Lucky Alfirman di Jakarta. Kamis (11/7/2019)Kompas.com/YOGA SUKMANA Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu, Lucky Alfirman di Jakarta. Kamis (11/7/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah baru saja meluncurkan Saving Bond Ritel seri SBR007 pada hari ini, Kamis (11/7/2019). Dengan peluncuran itu, masa penawaran obligasi negara itu dimulai 11-25 Juli 2019.

Bila ditelaah lebih dalam, nilai kupon yang ditawarkan hanya sebesar 7,50 persen. Lebih kecil dari seri SBR006 yang mencapai 7,95 persen atau SBR005 sebesar 8,15 persen.

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Lucky Alfirman mengatakan, penurunan nilai kupon disebabkan karena adanya penyesuaian pasar.

"Kita ketahui sejak akhir Mei 2019 kemarin adanya perbaikan rating S&P, ada juga pernyataan dovish dari Bank Sentral AS," ujarnya di Jakarta.

Baca juga: SBR007 Sudah Bisa Dipesan Hari ini

"Itu mengakibatkan penurunan suku bunga atau yield obligasi yang cukup signifikan. Artinya kita harus melakukan penyesuaiaan juga," sambung dia.

Meski tidak setinggi sebelumnya, ia menilai nilai kupon SBR007 masih ada di atas bunga deposito yang ada di sekitar 5-6 persen per tahun.

Oleh karena itu, menurut Lucky, SBR007 masih sangat menarik dalam hal memberikan imbal hasil investasi.

Ia mengungkapkan, pemerintah menargetkan Rp 2 triliun dari penjualan SBR007 yang ditujukan kepada para investor dalam negeri.

Tahun ini, Kementerian Keuangan akan menerbitkan surat berharga negara (SBN) ritel sebanyak 10 kali termasuk salah satunya yakni SBR007.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X