Berapa Sebenarnya Lifting Migas RI?

Kompas.com - 12/07/2019, 19:05 WIB
Ilustrasi: Lapangan migas banyu Urip di Cepu, Jumat (18/8/2017) KOMPAS.com/APRILLIAIKAIlustrasi: Lapangan migas banyu Urip di Cepu, Jumat (18/8/2017)

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo "menyentil" Menteri ESDM Ignasius Jonan dan Menteri BUMN Rini Soemarno lantaran impor yang tinggi di sektor minyak dan gas. 

Indonesia memang merupakan negara net importir minyak. Artinya disatu sisi Indonesia memproduksi minyak, namun karena produksi dalam negeri tidak mencukupi, maka di sisi lain juga mengimpor minyak.

Lantas berapa sebenarnya produksi migas Indonesia?

Menurut Kepala Biro Komunikasi Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM, Agung Pribadi, lifting lifting migas nasional mencapai 1,8 juta boepd (barrel oil ekuivalen per day) pada semester I-2019.

Angka ini setara dengan 90 persen dari target lifting nasional. Data ini berasal dari Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi ( SKK Migas).

"Rinciannya lifting minyak 752 ribu bopd (barrel oil per day) atau 97 persen dari target APBN, sementara lifting gas 1,05 juta boepd atau 86 persen dari target APBN,” ujarnya seperti dikutip dari laman Sekretaris Kabinet, Jakarta, Jumat (12/6/2019).

Meski belum mencapai target kata dia, namun realisasi lifting migas telah didorong upaya optimalisasi serta pengembangan baru melalui pengeboran sumur baru hingga optimalisasi sumur migas.

Pada semester I-2019, 75 persen lifting minyak nasional disumbang oleh 5 Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) besar di Indonesia dengan rincian sebagai berikut:

CPI : 194 ribu bopd,

EMCL : 220 ribu bopd,

Pertamina EP : 80 ribu bopd,

PHM : 37 ribu bopd, PHE OSES : 29 ribu bopd

Sementara 65 persen dari total lifting gas nasional disumbang oleh KKKS berikut:

BP Tangguh : 971 mmscfd (174 ribu boepd), COPHI Grissik : 827 mmscfd (148 ribu boepd), Pertamina EP : 768 mmscfd (137 ribu boepd), PHM : 662 mmscf (118 ribu boepd), dan ENI Muara Bakau : 589 mmscfd (105 ribu boepd).

Pada semester II-2019, diharapkan akan ada tambahan produksi dari lapangan YY-ONWJ, Panen-Jabung, dan Kedung Keris-Cepu. Diperkirakan akan ada tambahan sekitar 10.000 bopd.

Selain itu pengeboran sumur baru juga akan dilakulan pada semester II-2019. Hal ini diyakini akan meningkatan lifting seiring dengan estimasi kebutuhan energi yang lebih besar di Semester II 2019.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X