Shopee Targetkan 300 UKM Go-Digital dalam 3 Hari

Kompas.com - 12/07/2019, 20:53 WIB
Head of Government Relationship Shopee
Indonesia Radityo Triatmojo (kiri) dan Kepala Departemen Pengembangan UMKM dan Perlindungan Konsumen Bank Indonesia Budi Hanoto dalam wawancara ekslusif di IKK Jakarta, Jumat (12/7/2019). FIKA NURUL ULYAHead of Government Relationship Shopee Indonesia Radityo Triatmojo (kiri) dan Kepala Departemen Pengembangan UMKM dan Perlindungan Konsumen Bank Indonesia Budi Hanoto dalam wawancara ekslusif di IKK Jakarta, Jumat (12/7/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Shopee, platform belanja daring, menargetkan 300 Usaha Kecil dan Menengah (UKM) masuk Go-Digital di platformnya. Adapun target ini rencananya bisa dicapai hingga berakhirnya pameran Karya Kreatif Indonesia, Minggu, 14 Juli 2019.

"Ketika acara ini selesai target kami 300 UKM masuk ke Shopee," kata Head of Government Relationship Shopee Indonesia Radityo Triatmojo dalam wawancara ekslusif KKI di Jakarta, Jumat (12/7/2019).

Radityo yakin target itu bisa tercapai meski saat ini baru 50 UKM yang terdaftar dalam pameran Karya Kreatif Indonesia ini.

"Sudah 50 UKM. Kalau yang belum tertarik masuk Shopee, kita punya promo menarik. Kita punya cashback hingga Rp 250.000 bagi pembeli, berarti angka transaksi UKM di Shopee bisa tumbuh," katanya.

Radityo mengakui, sejak 1 tahun belakangan, pertumbuhan transaksi UKM di platformnya selalu meningkat. Peningkatan pertumbuhannya mencapai 800 persen atau 8 kali lipat dibanding 1 tahun lalu. Sayangnya, dia enggan menyebut valuasi pendapatan.

"Transaksinya sudah ribuan. Nilainya kita enggak bisa ekspose. Intinya pertumbuhannya 8 kali lipat atau 800 persen dalam satu tahun. Itu pertumbuhan transaksi harian. Jadi makanya kita selalu bilang kalau ada UKM yang bagus ikut aja di kami. Toh di kami mereka berkesempatan mendapat pertumbuhan trafik itu," jelas Radityo.

Radityo juga tak memungkiri, semua UKM yang masuk ke platform Shopee sudah cukup kompetitif dari segi kualitas produk dan harga. UKM pun sudah bisa mengatur ketersediaan stok karena data pada platform digital bersifat pasti.

"Yang kita sukai, kita bisa memantau produk dari data yang ada. Jadi mereka sudah bisa mengatur stoknya. Apalagi permintaan e-commerce biasanya cukup tinggi, bisa tumbuh 3 kali lipat. Jadi perkembangannya sudah sangat signifikan," jelas dia.

Sejauh ini, Shopee telah memasukkan 700 UKM binaan Bank Indonesia ke dalam platformnya selama 1 tahun belakangan. Selain itu, Shopee juga menjadi kerjasama dengan 17 kementrian dan lembaga (K/L) dengan total 40.000 UKM di dalam platform.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X