Tak Lulus Kuliah, Pria Ini Sukses Pasarkan Kopi Aceh ke Luar Negeri

Kompas.com - 13/07/2019, 15:30 WIB
Teuku Dharul Bawadi, pemilik Bawadi Coffee saat diwawancarai di Jakarta, Sabtu (13/7/2019). KOMPAS.com/AKHDI MARTIN PRATAMATeuku Dharul Bawadi, pemilik Bawadi Coffee saat diwawancarai di Jakarta, Sabtu (13/7/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Tak lulus dari bangku kuliah bukan berarti Anda tak bisa sukses dalam berkarier. Hal ini dibuktikan sendiri oleh Teuku Dharul Bawadi.

Meskipun merasakan bangku kuliah hanya sampai semester enam, Bawadi sukses menjadi seorang pebisnis. Bahkan, pria yang saat ini berusia 30 tahun itu sukses membawa produknya ke pasar internasional.

Pria yang memiliki hobi bermain game ini merupakan pemilik produk kopi Aceh yang dinamakan Bawadi Coffee. Kopi produksi Bawadi kini telah dipasarkan ke 8 negara.

"Saya lihat kawan-kawan saya ditempat kuliah semua mengejar untuk jadi PNS dan lain-lain, sedangkan itu agak bertolak belakang dengan saya. Saya ingin bisa menciptakan lapangan pekerjaan untuk orang lain. Akhirnya saya memutuskan untuk membuat satu perusahaan namanya Bawadi Coffee," ujar Bawadi di Jakarta, Sabtu (13/7/2019).

Baca juga: Menyelisik Tren Bisnis Kopi di Masa Depan

Bawadi bercerita, saat pertama kali membuat produk kopi kemasan, dirinya tak langsung memasarkannya. Dia terlebih dahulu memberikan produk buatannya itu ke tetangga dan sanak keluarganya.

Setelah mendapatkan respon positif, barulah dia berani memasarkan produknya ke pasaran. Saat pertama kali merintis bisnis, Bawadi hanya bermodalkan uang Rp 30 juta.

Ilustrasi kopi untuk bahan perawatan kulitvoraorn Ilustrasi kopi untuk bahan perawatan kulit

"Jangan ambil tindakan misalnya langsung produksi massal. Dari situlah kebanyak UMKM yang gagal. Sebenarnya kita bisa memulai step by step lebih bagus daripada langsung," tutur Bawadi.

Bawadi sendiri memulai produksi kopinya sejak 2014 lalu. Saat itu produk pertama yang dia buat, yakni kopi Arabica Gayo.

Baca juga: Dongkrak Ekspor Kopi, Pemerintah Gandeng Perusahaan Asal Korea Selatan

Saat pertama kali merintis bisnisnya, Bawadi mengaku memasarkan produknya seorang diri. Dia mencoba menawarkan produknya dari toko ke toko.

Kata-kata penolakan dari pemilik toko tak jarang dia dapati. Namun, hal tersebut tak membuatnya patah arang.

Halaman:


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X