Insiden Crane Ambruk, KSOP I Semarang Pastikan Pelayanan Tetap Berjalan

Kompas.com - 15/07/2019, 05:54 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan ( Kemenhub) melalui Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Semarang, Jawa Tengah memastikan pelayanan kapal di Terminal Peti Kemas Semarang (TPKS) tetap berlangsung seperti biasanya meski ada  insiden kapal MV Soul of Luck yang menyenggol crane di Semarang, sekitar pukul 17.10 WIB, Minggu (14/7/2019).

"Kapal MV Soul of Luck yang diageni oleh PT Layar Sentosa menyenggol crane di dermaga TPKS sehingga satu unit Container Crane 3 ambruk. Ada korban luka ringan satu orang yaitu operator head truk yang langsung dibawa ke rumah sakit Panti Wilasa Citarum," kata Kepala KSOP Kelas I Tanjung Emas Semarang, Ahmad Wahid dalam keterangan resmi Kemenhub, Minggu (14/7/2019).

Awalnya, terjadi trouble pada kapal tunda milik anak perusahaan PT Pelindo III yang memandu kapal tersebut.

Baca juga: Kemenhub Tegaskan Belum Akan Berlakukan Aturan Batasan Usia Kendaraan Pribadi

Wahid menerangkan, insiden tersebut melibatkan kapal tunda KT Jayanegara 304, KT Jayanegara 201 yang dioperasikan oleh PT PMS, anak usaha PT Pelindo III sebagai induk usaha jasa pelayanan kapal (pandu tunda) dan kapal berbendera Panama, kapal MV Soul of Luck.

Sehingga kapal kargo berbobot GT 16.915 dengan panjang 168.05 meter serta lebar 27 meter ini menyenggol struktur crane di dermaga yang mengakibat crane roboh.

KSOP Kelas I Semarang terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk dengan PT Pelindo III sebagai induk usaha perusahaan jasa pandu tersebut.

“Saya mengimbau kepada seluruh penyedia layanan jasa transportasi laut untuk senantiasa mengutamakan keselamatan, keamanan pelayaran, sehingga mencegah terjadinya hal-hal yang berisiko,” sebutnya.

Meskipun demikian, Wahid memastikan pelayanan kepelabuhanan tetap berjalan seperti biasanya meski lokasi kejadian sudah disterilkan.

"Saat ini lokasi kejadian telah disterilkan namun layanan kepelabuhanan terus berjalan seperti biasanya. Kami akan berkoordinasi dengan KNKT untuk menginvestigasi penyebab kejadian tersebut," tutup Wahid.

Kapal kontainer berbendera Panama dengan registrasi IMO 9148647 tersebut berlayar dari  Pelabuhan Port Klang Malaysia pada 11 Juli 2019 dan tiba di Pelabuhan Semarang, 14 Juli 2019 pukul 17.10 WIB.

Sekadar informasi, TPKS melayani pelayaran domestik dan internasional atau ekspor dan impor. Tetapi, aktivitas ekspor dan impornya masih mendominasi dibandingkan dengan aktivitas domestik.

Adapun komoditas-komoditas ekspor Jawa Tengah (Jateng) yang paling tinggi adalah garmen, furnitur, dan kayu.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X