Bekraf Sosialisasikan Rencana Induk Pengembangan Ekonomi Kreatif

Kompas.com - 15/07/2019, 14:58 WIB
Kepala Bekraf Triawan Munaf dalam sosialisasinya tentang Rencana Induk Pengembangan Ekonomi Kreatif Nasional 2018-2025 di Jakarta, Senin (15/7/2019). FIKA NURUL ULYAKepala Bekraf Triawan Munaf dalam sosialisasinya tentang Rencana Induk Pengembangan Ekonomi Kreatif Nasional 2018-2025 di Jakarta, Senin (15/7/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) berencana akan mensosialisasikan Rencana Induk Pengembangan Ekonomi Kreatif Nasional Tahun 2018-2025 di kalangan Kementrian dan Lembaga (K/L) di Jakarta.

Sosialisasi ini memuat 3 pokok pembahasan, yaitu Arah Kebijakan dan Strategi Pengembangan Ekonomi Kreatif, Arah Kebijakan dan Strategi di Bidang Kemaritiman dalam Pengembangan Ekonomi Kreatif, serta Arah Kebijakan dan Strategi di Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan dalam Rangka Pengembangan Ekonomi Kreatif.

Kepala Bekraf Triawan Munaf mengatakan, sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan sinkronisasi antarpemangku kepentingan, agar pelaksanaan Rindekraf yang berkesinambungan dapat segera terbentuk.

"Sosialisasi berlangsung selama dua hari, yaitu hari Senin dan Selasa tanggal 15-16 Juli 2019. Pertemuan ini diharapkan dapat menyinkronkan pelaksanaan Rindekraf yang berkesinambungan antar pemangku kepentingan," kata Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf di Jakarta, Senin (15/7/2019).

Baca: 2019, Bekraf Mulai Realisasikan 1 Kota Kreatif di Dekat Jakarta

Triawan menyebut, sosialisasi ini juga merupakan salah satu jalan yang bisa ditempuh untuk mencapai integrasi program-program yang telah diatur dalam Rindekraf.

“Untuk mencapai integrasi program dan kegiatan maka dibutuhkan sinergi dan kolaborasi yang intensif antar K/L agar pelaksanaan Rindekraf menjadi optimal,” ujar Triawan.

Selain itu, kata Triawan, sosialisasi ini perlu dilakukan agar semua pemangku kepentingan mempunyai pemahaman yang sama dalam implementasi arah kebijakan dan strategi pengembangan ekonomi kreatif di Indonesia, baik Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Asosiasi/Komunitas, Akademisi, Pelaku Usaha, dan Media.

Lebih lanjut, dia berharap setiap Kementrian dan Lembaga (K/L) dapat bekerjasama untuk mewujudkan ekonomi kreatif sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Terlebih, Rindekraf memang disusun untuk menjadi langkah strategis pengembangan ekonomi kreatif yang dapat dijadikan pedoman secara terintegrasi dan kolaboratif.

Diketahui, pada akhir tahun 2018, Pemerintah telah menetapkan Peraturan Presiden Nomor 142 Tahun 2018 tentang Rencana Induk Pengembangan Ekonomi Kreatif Nasional 2018-2025. Perpres ini ditetapkan sebagai landasan pengembangan ekonomi kreatif di Indonesia.

Misi Rindekraf juga dibagi menjadi dua, yaitu pemberdayaan kreativitas sumber daya manusia dan pengembangan usaha ekonomi kreatif yang berdaya saing. Pelaksanaan misi ini juga diterapkan dalam 12 arah kebijakan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Bayar Pajak Kendaraan Bermotor di Alfamart

Cara Bayar Pajak Kendaraan Bermotor di Alfamart

Whats New
Kejar Target Investasi Rp 1.200 Triliun, Bahlil: Memang Tidak Mudah...

Kejar Target Investasi Rp 1.200 Triliun, Bahlil: Memang Tidak Mudah...

Whats New
Bank Indonesia dan The People’s Bank Of China Sepakat Perbarui Perjanjian Swap Bilateral

Bank Indonesia dan The People’s Bank Of China Sepakat Perbarui Perjanjian Swap Bilateral

Whats New
Pembangunan Ibu Kota Nusantara Terbagi atas 3 Wilayah

Pembangunan Ibu Kota Nusantara Terbagi atas 3 Wilayah

Whats New
Penjelasan Bos Grup Lippo Seputar Aksi XL Axiata Akuisisi Link Net

Penjelasan Bos Grup Lippo Seputar Aksi XL Axiata Akuisisi Link Net

Rilis
Di Hadapan Tony Blair, Jokowi Tegaskan Tak Mau Ekspor Bahan Mentah

Di Hadapan Tony Blair, Jokowi Tegaskan Tak Mau Ekspor Bahan Mentah

Whats New
Bangun Sistem Transportasi IKN Butuh Rp 582,6 Miliar di 2022, Menhub Undang Swasta Berpartisipasi

Bangun Sistem Transportasi IKN Butuh Rp 582,6 Miliar di 2022, Menhub Undang Swasta Berpartisipasi

Whats New
Tumbuh 66,8 Persen, Laba Bersih Bank Mandiri Capai Rp 28 Triliun pada 2021

Tumbuh 66,8 Persen, Laba Bersih Bank Mandiri Capai Rp 28 Triliun pada 2021

Whats New
Pengembangan Kawasan Industri Terus Digenjot

Pengembangan Kawasan Industri Terus Digenjot

Whats New
Mentan RI dan Mentan Australia Bahas 3 Hal Penting, dari Ekspor Beras hingga Impor Daging

Mentan RI dan Mentan Australia Bahas 3 Hal Penting, dari Ekspor Beras hingga Impor Daging

Whats New
Laba BCA Melampaui Perkiraan, Tumbuh 15,8 Persen di 2021

Laba BCA Melampaui Perkiraan, Tumbuh 15,8 Persen di 2021

Whats New
Milenial dan Gen Z Dinilai Perlu Menerapkan Gaya Hidup Minimalis

Milenial dan Gen Z Dinilai Perlu Menerapkan Gaya Hidup Minimalis

Whats New
Mulai 1 Februari 2022, Harga Minyak Goreng Curah Turun Jadi Rp 11.500 Per Liter

Mulai 1 Februari 2022, Harga Minyak Goreng Curah Turun Jadi Rp 11.500 Per Liter

Whats New
Pemerintah Tetapkan Minyak Goreng Merek Paling Mahal Rp 14.000 Seliter

Pemerintah Tetapkan Minyak Goreng Merek Paling Mahal Rp 14.000 Seliter

Whats New
Sasar Anak Muda, Bank Sampoerna Luncurkan SMB

Sasar Anak Muda, Bank Sampoerna Luncurkan SMB

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.