Pelindo III Jamin Insiden Crane Ambruk Tak Ganggu Operasional di Terminal Peti Kemas Semarang

Kompas.com - 16/07/2019, 08:41 WIB
Dirut PT Pelindo III Doso Agung KOMPAS.com/ RYANA ARYADITA UMASUGI Dirut PT Pelindo III Doso Agung

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama Pelindo III Doso Agung menjamin pelayanan operasional bongkar muat di Terminal Peti Kemas Semarang (TPKS), berjalan lancar pasca insiden kapal menyenggol container crane.

Doso pun mengaku pihaknya telah melakukan sejumlah upaya agar insiden itu tak mengganggu operasional di Terminal Peti Kemas Semarang (TPKS).

“Ada dua tahap yang akan dilakukan untuk menormalkan kembali operasional di TPKS yaitu pertama pada saat proses evakuasi CC 03 (selama 4-5 hari ke depan) memastikan semua layanan jadwal tambat kapal internasional (windows schedule) tidak ada yang pindah hari, hanya bergeser jam,” ujar Doso dalam keterangan tertulisnya, Selasa (16/7/2019).

Baca juga: Kemenhub Perintahkan KSOP Lakukan Pengecekan soal Kapal Tabrak Crane

Doso menambahkan, tahap kedua yang dilakukan pihaknya, yaitu memindahkan CC 08 dari dermaga utara ke dermaga selatan, yang membutuhkan waktu kira-kira 2 minggu pasca-kejadian. Sehingga jadwal jadwal pelayanan kapal petikemas internasional dan domestik di TPKS akan beroperasi normal seperti sedia kala.

“Apabila setelah relokasi CC tersebut terjadi penurunan kinerja pada terminal domestik akan dilakukan penambahan peralatan, sebalum CC pengganti tiba,” kata Doso.

Doso memerkirakan kerugian secara keseluruhan akibat kejadian tersebut bisa mencapai Rp 60 miliar.

Sementara itu, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas 1 Tanjung Emas, Ahmad Wahid, menjelaskan terkait keterlibatan kapal pandu dan kapal tunda milik anak usaha Pelindo III, Pelindo Marine Service dalam insiden itu.

“Keberadaan kapal pandu dan kapal tunda dalam setiap proses penyandaran kapal ke dermaga merupakan hal yang wajib dilakukan untuk menjamin keselamatan dan keamanan pelayaran di pelabuhan. Jadi adanya keterlibatan tersebut merupakan prosedur yang benar,” ujarnya.

Ahmad mengungkapkan, berdasarkan analisa awal dan mendengar pengakuan saksi-saksi mata, kemungkinan besar penyebab insiden itu karena gagal berfungsinya mesin kapal MV. Soul of Luck untuk melambatkan laju kapal ketika bermanuver di kolam pelabuhan. Sehingga kapl tetap melaju dan akhirny menabrak dermaga dan CC.     

Sedangkan dua kapal tunda yang mencoba membantunya saat itu pun gagal memperlambat karena jarak dengan dermaga sudah terlampau dekat, sehingga benturan dengan crane tidak dapat dihindari. 

“Ini murni kecelakaan, tidak ada kesengajaan dan kelalaian,” kata dia.

Sebelumnya, Kapal MV. Soul of Luck yang diageni oleh PT. Layar Sentosa menyenggol crane di dermaga TPKS sehingga 1 unit Container Crane 3 roboh. Beruntung, tak ada korban jiwa dalam insiden ini.

"Korban jiwa tidak ada, hanya ada korban luka ringan 1 orang yaitu operator head truk yang langsung mendapatkan penanganan medis," ujar Dirjen Agus.

Insiden ini juga melibatkan 3 kapal, yaitu kapal tunda KT Jayanegara 304 dan KT Jayanegara 201 yang dioperasikan oleh PT PMS, (anak usaha PT Pelindo III sebagai induk usaha jasa pelayanan kapal), serta kapal berbendera Panama MV Soul of Luck.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X