Kompas.com - 16/07/2019, 13:03 WIB
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso menjabarkan tentang fintech di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (17/7/2019). MURTI ALI LINGGAKetua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso menjabarkan tentang fintech di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (17/7/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengatakan, perusahaan teknologi keuangan atau financial technology (fintech) dalam menjalankan usahanya harus sesuai dengan aturan yang ada.

"Dalam melindungi konsumer ada koridornya yang kita sebut prinsip-prinsip yang harus dipatuhi," kata Wimboh di Bursa Efek Indonesia,  Jakarta, Selasa (16/7/2019).

Wimboh menuturkan, fintech merupakan hasil dari perkembangan teknologi yang berperan memberikan pembiayaan kepada masyarakat selain bank. Karena itu publik atau masyarakat tidak bisa menghindari kehadiran teknologi.

Dalam menjalankan usahanya, penyedia fintech harus melindungi kepentingan konsumen.

Baca juga: Nasib BPR di Tengah Serbuan Fintech

"Setiap penyedia fintech harus berjanji harus fair, harus transparan, tidak boleh ngakalin dalam arti negatif. Tidak boleh ngakalin customer," ujarnya.

Dia menambahkan, fintech yang beroperasi juga harus memiliki izin dan terdaftar di OJK. Sehingga bisa diketahui identitas perusahaannya karena bersinggungan dengan masyarakat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, jika terjadi masalah atau ada laporan dari masyarakat yang merasa dirugikan bisa diproses dan ditindak.

"Perusahaan fintech ini bisnisnya harus jangka panjang, enggak boleh berhenti di tengah jalan, apapun alasannya. Sehingga harus commit bahwa dia akan di bisnis itu akan jangka panjang. Bagaimana kita bisa mendapatkan komitmen bisnisnya akan panjang," imbuhnya.

Baca juga: OJK: PR Kami Masih Fintech Illegal...

"Kalau enggak terdaftar bagaimana kita meyakinkan, bahasanya platform fintechnya itu mampu ke depan dan juga transparan," terang Wimboh.

Belakangan ini fintech terus muncul di Indonesia dengan beragam spesialisasi. Platform ini menjadi pilihan masyarakat dalam mendapatkan pinjaman selain bank-bank konvensional.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.