Menurut Sri Mulyani, Ini Syarat RI Keluar dari Middle Income Trap

Kompas.com - 16/07/2019, 15:46 WIB
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi THINKSTOCKSIlustrasi pertumbuhan ekonomi

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, ekonomi Indonesia perlu tumbuh lebih tinggi lagi agar bisa keluar dari jebakan negara berpenghasilan menengah atau middle income trap.

Hal ini disampaikan oleh Sri Mulyani saat memberikan tanggapan dalam sidang paripurna DPR terkait RUU tentang Pertanggungjawaban atas Pelaksanaan APBN 2018.

"Berdasarkan skenario perekonomian jangka panjang, ekonomi Indonesia perlu tumbuh di atas 6 persen per tahun sebagai prasyarat agar mampu keluar dari middle income trap," ujarnya, Jakarta, Selasa (16/7/2019).

Namun, ungkap mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu, kapasitas pertumbahan ekonomi Indonesia hanya pada kisaran 5-5,5 persen saja dalam jangka pendek.

Baca juga: Bappenas: Indonesia Bakal Jadi Negara Berpendapatan Menengah ke Atas

Hal ini, kata dia, berdasarkan hasil estimasi output potensial yang didasarkan pada pendekatan fungsi produksi Indonesia.

Oleh karena itu, perempuan yang kerap disapa Ani itu menilai perlu adanya terobosan kebijakan reformasi struktural untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Sebenarnya, ekonomi Indonesia mampu tumbuh 5,17 persen pada 2018, atau lebih besar dari 2017 yang hanya sebesar 5,07 persen.

Hal ini, menurut Sri Mulyani, juga suatu pencapaian sebab ekonomi Indonesia tetap tumbuh positif di tengah gejolak ekonomi global.

Adapun angka Produk Domestik Bruto (PDB) 2018 sebesar Rp 14.837 triliun, naik dari 2017 yang hanya Rp 13.589 triliun.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X