Fenomena Bank Sibuk Tutup Kantor Cabangnya, Ini Kata OJK

Kompas.com - 16/07/2019, 19:30 WIB
Ilustrasi bank Thinkstockphotos.comIlustrasi bank

JAKARTA, KOMPAS.com - Industri perbankan sedang mengalami fenomena penutupan kantor cabang akibat perkembangan digitalisasi layanan perbangkan.

Padahal beberapa tahun lalu, bank-bank justru berlomba-lomba membuka kantor cabang dengan tujuan agar bisa lebih dekat melayani nasabah.

Menanggapi hal itu, Otoritas Jasa Keuangan ( OJK) mengungkapan bahwa perkembangan digital banking memang menjadi hal yang didorong oleh OJK.

"Pada dasarnya layanan perbankan secara digital merupakan branchless banking atau delivery channel yang melengkapi jaringan kantor bank yang telah ada," ujar Juru Bicara OJK Sekar Putih Djarot, Jakarta, Selasa (16/7/2019).

Baca juga: Dulu Bank-bank Sibuk Buka Cabang, Sekarang Sibuk Menutupnya...

"Hal ini untuk menjangkau konsumen yang lebih luas di seluruh Indonesia secara efisien," sambung dia.

Sekar mengatakan, layanan perbankan digital pun dapat dimaksimalkan tanpa mengenal batasan waktu dan tempat.

Dalam sistem perbankan konvensional, kantong cabang memang menjadi sentral aktivitas nasabah. Namun seiring digitalisasi, transaksi nasabah dilakukan melalui layanan digital bank.

"Dengan adanya penyediaan layanan perbankan digital diharapkan dapat memperluas sekaligus mempermudah akses masyarakat terhadap layanan keuangan," kata dia.

Baca juga: Bank BUMN Genjot Bisnis Kantor Cabang Luar Negeri

Sebelumnya, Presiden Direktur Bank OCBS NISP Parwati Surjaudaja mengatakan, digitalisasi perbankan membuat berbagai hal menjadi terbalik.

Dulu kata dia, trennya bank-bank sibuk buka kantor, namun sekarang trennya bank-bank sibuk menutup kantor cabangnya

Saat ini kata dia, 80 persen transaksi perbankan sudah menggunakan ponsel. Bahkan ke depan kata dia, investasi juga akan mengalami hal yang sama

Sebelumnya, Deputi Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Institute Sukarela Batunanggar sempat mengatakan bahwa ada sekitar 1.000 kantor cabang tutup dalam 3 tahun terakhir.

Penutupan kantor cabang itu dilakukan lantaran perkembangan digitalisasi layanan perbankan sehingga nasabah tidak perlu banyak datang ke kantor cabang karena transaksi banyak dilakukan secara digital

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X