Senat AS Anggap Rencana Facebook Luncurkan Mata Uang Digital Delusional

Kompas.com - 17/07/2019, 10:46 WIB
Mata uang kripto Facebook bernama Libra Tech CrunchMata uang kripto Facebook bernama Libra

WASHINGTON, KOMPAS.com - Polemik rencana peluncuran mata uang kripto Facebook, Libra, belum juga usai. Dalam rapat dengar pendapat antara petinggi Facebook dengan parlemen setempat, Facebook kembali dikritisi oleh para anggota dewan.

Para politisi menyebut upaya Facebook tersebut sebagai langkah delusional dan tidak dapat dipercaya.

Baca : Libra Facebook Ancam Perbankan Global?

Komite Senat Perbankan parlemen Amerika Serikat terus mencecar Executive Facebook David Marcus mengenai rencana peluncuran mata uang digital tersebut.

Salah satu senator, Sherrod Brown mengatakan, perusahaan telah terlibat dalam berbagai skandal sehingga tidak layak mendapat kepercayaan dari para anggota senat.

Mereka menilai, Facebook harus bisa membersihkan urusan perusahaan sebelum memutuskan untuk meluncurkan sebuah model bisnis baru.

Wacana Facebook meluncurkan mata uang digital sudah digaungkan sejak bulan lalu. Namun, pihak Facebook harus bisa mendapatkan persetujuan dari otoritas dan penegak hukum sebelum akhirnya Libra diluncurkan tahun depan.

Namun, sejak mereka memberitakan wacana tersebut, beragam kritik terus bermunculan, Presiden AS Donald Trump pun bersikap skeptis atas wacana Facebook tersebut.

"Kami tidak waras jika memberi mereka kesempatan untuk bereksperimen dengan akun perbankan masyarakat," ujar senator Brown yang berasal dari Partai Demokrat.

Menurutnya, langkah Facebook tersebut delusional lantaran berpikir bahwa masyarakat bakal memercayakan uang mereka kepada sebuah perusahaan media sosial.

Selain Brown, Martha McSally yang berasal dari Partai Republik juga mengungkapkan ketidakpercayaannya pada facebook.

"Saya tidak percaya pada kalian. Sebab, alih-alih membersihkan 'rumah', kalian justru meluncurkan sebuah model bisnis baru," ujar dia.

David Marcus yang membawahi Libra erupakan Presiden PayPal pada 2012 hingga 2014. Dalam rapat dengar pendapat ini, dia berupaya untuk mendapatkan kepercayaan dari anggota senat dan mengatakan tidak akan meluncurkan Libra hingga masalah terkait regulasi rampung.

"Kami tahu kami membutuhkan waktu untuk bisa menyelesaikan ini," ujar dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X