ESDM: Gelembung Gas di Perairan Pantai Utara Jawa Bisa Seperti Film Deepwater Horizon

Kompas.com - 17/07/2019, 19:08 WIB
Foto yang diambil pada 21 April 2010 ini memperlihatkan upaya kapal-kapal penjaga pantai AS mencoba mengendalikan api yang melalap rig pengeboran minyak Deepwater Horizon di Teluk Meksiko. HANDOUT / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / AFP Foto yang diambil pada 21 April 2010 ini memperlihatkan upaya kapal-kapal penjaga pantai AS mencoba mengendalikan api yang melalap rig pengeboran minyak Deepwater Horizon di Teluk Meksiko.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pelaksana Tugas Dirjen Minyak dan Gas Kementerian ESDM, Djoko Siswanto mengatakan, insiden munculnya gelembung gas di di lapangan YYA, Blok Offshore North West Java (ONWJ) bisa berpotensi menimbulkan semburan gas (blow out).

Bahkan, dia menyebut dampak terburuknya bisa terjadi seperti film Deepwater Horizon. Film tersebut mengadopsi insiden tumpahan minyak yang terjadi di Teluk Meksiko, Amerika Serikat.

“Pernah nonton (film) Deepwater Horizon? kejadian paling parah (bisa) seperti itu,” ujar Djoko di Jakarta, Rabu (17/7/2019).

Baca juga: ESDM: Ada Kebocoran Minyak dan Gas di Perairan Pantai Utara Jawa

Agar hal tersebut tak terjadi lanjut Djoko, pihaknya bersama Pertamina Hulu Energi (PHE) selaku operator lapangan telah melakukan sejumlah upaya. Salah satu upaya yang dilakukan yakni penghentian gelembung gas dengan melakukan pengeboran miring.

“Risiko yang paling fatal adalah rig-nya tenggelam. Tapi sekarang baru miring 8 derajat,” kata Djoko.

Djoko menambahkan, pihaknya saat ini telah berada di posko crisis center yang didirikan oleh Pertamina. Sementara itu, semua karyawan yang bekerja di lapangan tersebut saat ini sudah dievakuasi.

“Tim kami sedang berada di lokasi sejak hari Jumat, kami segera krim ke sana petugas. Masih ada pertamina crisis center. Berupaya semaksimal mungkin untuk atasi accident yang terjadi di platform ONWJ,” ucap dia.

Gelembung gas tersebut pertama kali munucul pada Jumat (12/7/2019). Hingga saat ini munculnya gelembung gas tersebut masih terjadi.

Sumur YYA-1 sendiri merupakan sumur reaktifasi di sekitar 2 kilometer (KM) dari Pantai Utara Jawa. Reaktivasi sumur tersebut dikerjakan oleh PT Pertamina Hulu Energi (PHE).

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X