Pengusaha Tekstil Bimbang Manfaatkan Insentif Pajak Super

Kompas.com - 17/07/2019, 20:07 WIB
Zona tekstil pasar kramat jati, Jakarta Timur KOMPAS.com/Ryana AryaditaZona tekstil pasar kramat jati, Jakarta Timur

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengusaha tekstil masih bimbang memanfaatkan insentif pajak super deduction. Padahal besaran insentif yang diberikan terbilang besar yakni maksimal 200-300 persen.

Aturan insentif pajak super deduction terdapat di Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2019. Tujuannya untuk menggenjot vokasi.

"Apakah ini disambut baik? Disambut baik. Apakah akan di pakai? belum tahu," ujar Anggota Dewan Eksekutif Asosiasi Serat dan Benang Filament Indonesia, Prama Yudha Amdan di acara diskusi PAS FM, Jakarta, Rabu (17/7/2019).

Baca juga: Pengusaha Cemas Tunggu Aturan Sri Mulyani soal Potongan Pajak Super

Secara aturan ucapnya, insentif pajak super deduction merupakan hal yang sangat baik. Sebab pengusaha punya kesempatan mendapatkan insentif pajak.

Namun kata Prama, insentif itu bisa tidak dimanfaatkan oleh pengusaha tekstil karena kondisi industri yang dinilai tengah dalam tekanan.

Saat ini ungkapnya, industri tekstil menghadapi gempuran arus importasi barang. Sehingga tidak semua produk dalam negeri terserap pasar.

"Akibatnya investasi jadi tanda tanya, mau masuk atau tidak. Ini di kami ada 20 perusahaan yang siap untuk investasi tetapi belum mau masuk karena tidak ada kesaksian pasar," kata dia.

Menurut Prama, harusnya pemerintah memperbaiki dulu pasar tekstil di Indonesia sehingga iklim investasinya menjadi lebih baik.

Setelah iklim investasi lebih baik, Prama yakin pengusaha tekstil akan melirik insentif pajak super deduction.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X