Indonesia Ditargetkan Bisa Ekspor 340.000 Kendaraan pada 2019

Kompas.com - 18/07/2019, 15:31 WIB
Mobil-mobil produksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, saat tiba di dermaga Car Terminal,  Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (10/6/2015). Mobil-mobil ini akan diekspor ke sejumlah negara, antara lain di Timur Tengah. KOMPAS.com / RODERICK ADRIAN MOZESMobil-mobil produksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, saat tiba di dermaga Car Terminal, Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (10/6/2015). Mobil-mobil ini akan diekspor ke sejumlah negara, antara lain di Timur Tengah.

TANGERANG, KOMPAS.com - Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto menargetkan Indonesia bisa mengekspor 350.000 unit kendaraan pada tahun 2019. Target ini meningkat dibandingkan realisasi ekspor kendaraan pada 2018 lalu yang mencapai 250.000 unit.

“Kami targetkan sebetulnya kalau prinsipalnya mendukung (ekspor kendaraan di 2019) ini 350.000 (unit),” ujar Airlangga di sela-sela pembukaan GIIAS 2019 di ICE BSD, Tangerang, Kamis (18/7/2019).

Target ekspor yang dicanangkan Ketua Umum Partai Golkar ini juga lebih tinggi dibandingkan target yang dipasang Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), yakni 300.000 unit kendaraan.

Baca juga: Di GIIAS 2019, JK Sebut Ekspor Kendaraan RI Masih Kalah dari Thailand

Menurut Airlangga, target ekspor kendaraan yang dicanangkan Gaikindo tersebut terlampau kecil. Sebab, Indonesia saat ini bisa memproduksi 1,2 juta kendaraan setiap tahunnya.

“Industri otomotif ini produksinya sudah 1,2 juta unit. Produksi ini targetnya 300.000 (ekspor). Ini target kecil sebenarnya. Karena naiknya hanya 10 persen,” kata Airlangga.

Airlangga pun optimis target ekspor tersebut bisa terwujud. Sebab, produksi kendaraan bermotor roda empat atau lebih periode Januari hingga Mei 2019 tercatat sebesar 522.000 unit.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Ada Investor yang Akan Investasi 900 Juta Dollar AS di Sektor Otomotif

Dari angka tersebut, penjualan domestik tercatat sebesar 422.000 unit (berasal dari produksi lokal maupun impor) dan ekspor CBU sebesar 115.000 unit. 

“Kapasitas (produksi) kita bisa 2 juta. Apalagi kita sudah FTA (perjanjian perdagangan bebas) dengan Australia. Tentu mudah untuk kita capai," ucap dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bisnis Konvensional Perlu Beradaptasi dengan Digital, Ini Alasannya

Bisnis Konvensional Perlu Beradaptasi dengan Digital, Ini Alasannya

Rilis
Menangkal Ancaman Masa Depan Bisnis Penerbangan Indonesia

Menangkal Ancaman Masa Depan Bisnis Penerbangan Indonesia

Whats New
Gara-gara Sinyal The Fed, Dana Rp 144 Triliun Kabur dari Negara Berkembang Asia

Gara-gara Sinyal The Fed, Dana Rp 144 Triliun Kabur dari Negara Berkembang Asia

Whats New
Sejarah Coca-Cola, Bermula dari Minuman Obat Racikan Apoteker

Sejarah Coca-Cola, Bermula dari Minuman Obat Racikan Apoteker

Whats New
Manajemen BATA Tepis Isu PHK Besar-Besaran hingga Kembali Tutupnya Gerai

Manajemen BATA Tepis Isu PHK Besar-Besaran hingga Kembali Tutupnya Gerai

Whats New
Wall Street Melemah Terseret Proyeksi The Fed atas Kenaikan Suku Bunga 2023

Wall Street Melemah Terseret Proyeksi The Fed atas Kenaikan Suku Bunga 2023

Whats New
Ini Strategi BNI Genjot Penyaluran Kredit di Masa Pandemi

Ini Strategi BNI Genjot Penyaluran Kredit di Masa Pandemi

Whats New
[POPULER MONEY] Rekrutmen ASN Sebelum 30 Juni | Kapitalisasi Pasar Coca-Cola Menguap Rp 56,8 Triliun

[POPULER MONEY] Rekrutmen ASN Sebelum 30 Juni | Kapitalisasi Pasar Coca-Cola Menguap Rp 56,8 Triliun

Whats New
Bakal IPO Pertengahan Agustus, Bukalapak Targetkan Dana Rp 11,2 Triliun

Bakal IPO Pertengahan Agustus, Bukalapak Targetkan Dana Rp 11,2 Triliun

Whats New
Status PKPU Telah Dicabut, Dirut BATA: Sifatnya Utang Bisnis, Itu Normal

Status PKPU Telah Dicabut, Dirut BATA: Sifatnya Utang Bisnis, Itu Normal

Whats New
[TREN BOLA KOMPASIANA] 'Playmaker In Chief' Milik Denmark | Cara Prancis Taklukkan Jerman | Messi di Copa America 2021

[TREN BOLA KOMPASIANA] "Playmaker In Chief" Milik Denmark | Cara Prancis Taklukkan Jerman | Messi di Copa America 2021

Rilis
Optimistis di Tengah Pandemi, Sepatu Bata Fokus pada 2 Hal Ini

Optimistis di Tengah Pandemi, Sepatu Bata Fokus pada 2 Hal Ini

Whats New
Kuartal I-2021, Generali Indonesia Catatkan Premi Rp 878 Miliar

Kuartal I-2021, Generali Indonesia Catatkan Premi Rp 878 Miliar

Whats New
Dari Mobil Depot hingga Punya 30 Cabang, Pemilik Cincau Station Beberkan Rahasia Kesuksesannya

Dari Mobil Depot hingga Punya 30 Cabang, Pemilik Cincau Station Beberkan Rahasia Kesuksesannya

Work Smart
Ciptakan 'Link and Match' Lulusan BLK dan Industri, Kemenaker Kerja Sama dengan 4 Perusahaan

Ciptakan "Link and Match" Lulusan BLK dan Industri, Kemenaker Kerja Sama dengan 4 Perusahaan

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X