BUMN Banyak Jual Tol, Tertarikkah Saratoga?

Kompas.com - 18/07/2019, 19:08 WIB
Foto udara Jalan Tol Pasuruan-Probolinggo dibangun oleh PT Waskita Toll Road di Jawa Timur, Minggu (26/5/2019). KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGFoto udara Jalan Tol Pasuruan-Probolinggo dibangun oleh PT Waskita Toll Road di Jawa Timur, Minggu (26/5/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah BUMN Karya berencana menjual sejumlah ruas jalan tol kepada investor. Teranyar Wakita Karya akan melepas 5 ruas jalan tol yang dikelolanya.

Lantas apakah hal itu menarik perusahaan investasi? PT Saratoga Investasi Sedaya Tbk sebagai salah satu perusahaan investasi punya pandangan tersendiri.

"Misalnya ada mungkin beberapa tol dilepas, tetapi kalau sudah setengah jadi mau dilepas bagi kami enggak menarik," ujar Direktur Keuangan Saratoga Lanny D. Wong, Jakarta, Kamis (18/7/2019).

Menurut Lanny, investasi di sektor infrastruktur tidak hanya soal untung semata, namun ada hal lain yang juga penting yakni value dari investasi tersebut.

Baca juga: Tahun ini, Waskita Berencana Bakal Divestasi 7 Ruas Tol

Ia mengatakan, value berinvestasi di sektor infrastruktur terutama jalan tol ada di tahap pembangunan, bukan setelah proyek jadi atau setengah jadi.

"Kalau sudah jadi kan tinggal jadi operator. Kalau beli ya itu lebih cocok investor yang pasif," kata dia.

Saratoga ucap Lanny, bukanlah tipe investor yang pasif. Justru kata dia, Saratoga ingin memberikan nilai tambah dalam setiap investasinya, termasuk di sektor infrastruktur.

Oleh karena itu, Saratoga lebih tertarik berinvestasi di proyek pembangunan yang sekaligis bisa dikerjaikan atau dieksekusi oleh perusahaan.

"Bagi kami kan beda. Kami justru mau mencari proyek dan mengeksekusi proyek. Jadi investor itu punya gayanya masing-masing," ucap Lanny.

Saratoga bukanlah anak kemarin sore berinvestasi di sektor infrastruktur, termasuk jalan tol. Sebelumnya Saratoga, melalui anak usahanya juga memegang saham PT Bhaskara Utama Sedaya.

Bhaskara utama Sedaya merupakan pemegang 45 persen saham di perusahaan pemegang konsesi ruas tol Cikopo-Palimanan (Cipali).

Namun pada awal 2017 silam, Saratoga menjual saham tersebut kepada Astra sebesar Rp 2,5 triliun.

Baca juga: Jalan Tol yang Beroperasi Tahun Ini Ditargetkan Capai 2.000 Km

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X